Makassar, umi.ac.id – Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus menunjukkan kepedulian mulai dari gerakan kemanusiaan terkait Covid-19, hingga yang terbaru bencana alam di Jeneponto.

Diketahui, beberapa titik banjir dan longsor menghantam Kabupaten Jeneponto sejak Jumat 12 Juni hingga Sabtu 13 Juni 2020.

Fakultas Kedokteran UMI lewat Tim Bantuan Medisnya menerjunkan bantuan lewat Tim Bantuan Medis (TBM) FK UMI. Mereka bergerak cepat menyalurkan bantuan ini.

Wakil Dekan III FK UMI dr Syamsu Rijal mengatakan, bantuan mereka diserahkan langsung kepada Dinas Sosial Jeneponto dan dan pihak Kecamatan.

“Kegiatan penyaluran donasi korban banjir Jeneponto diserahkan kepada Dinas sosial dan ibu Camat Rumbia di posko Dapur Umum korban banjir Desa Bontoloe Kecamatan Rumbia, Labupaten Jeneponto,” ungkap dr Ical, sapaan akrabnya, Minggu (14/6/2020).

Ia menyebutkan, bantuan TBM FK UMI berupa kebutuhan dasar bagi masyarakat. Disebutkan, dr Ical, ada sembilan jenis bantuan yang diserahkan, seperti Beras, Popok bayi, Kecap, Bear brand, Pembalut, Ikan kaleng, Indomie, Gula,Teh celup, dan susu,” papar dr Ical.

Dalam kesempatan itu, kata dr Ical, pihaknya juga menyempatkan diri memantau kondisi lapangan. Ditemukan, mulai dari jumlah korban 1 orang meninggal dan 3 orang masih dalam pencarian sedang luka ringan sudah ditangani oleh puskesmas terdekat.

“Jumlah kerusakan rumah ada 6 rusak berat akibat longsor. jumlah KK pengungsi sebanyak 365 KK. Mereka berada di rumah kepala dusun. Akses menuju lokasi sudah terbuka. Dan kebutuhan medis sudah tercover oleh puskesmas.

Kebutuhan saat ini adalah air bersih dan makanan siap saji,” tutup dr Ical.
Sementara itu, Dewan Tinggi Organisasi (DTO) TBM FK UMI, Sultan Govinda mengungkapkan, bantuan kami merupkan bentuk kepeduliam kepada sesama, terlebih yang sedang ditimpa musibah.

“Alhamdulillah kegiatan distribusi bantuan tadi berjalan lancar, saya berharap pandemi ini bukan menjadi alasan untuk tidak membantu sesama tetapi semakin menumbuhkan rasa peduli kita kepada sesama dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” imbuhnya.

(HUMAS)