Guru Besar IPB Beri Kuliah Umum Mahasiswa Perikanan & Ilmu Kelautan UMI

UMI Makassar – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menggelar kuliah umum, menghadirkan Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS, Guru Besar Ilmu Perikanan dan Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB). Kuliah umum tersebut dibuka Wakil Rektor I UMI Prof. Dr. H. Syahnur Said, MS diikuti pimpinan, dosen, alumni dan  mahasiswa S-1 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI dan mahasiswa program Pasacasarjana UMI program studi Manajemen Pesisir dan Teknologi Kelautan, di Auditorium Al Jibra Kampus II UMI, Rabu 28 September 2016.

Wakil Rektor I UMI Prof. Dr. H. Syahnur Said, MS mengatakan, pimpinan UMI memberi apresisi kepada pimpinan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI dengan kegiatan kuliah umum dengan tema “Perikanan dan Kelautan Masa Depan Indonesia”, merupakan pilihan tepat karena sejalan dengan kebijakan pemerintah saat ini.

“Sektor perikanan Indonesia sangat luar biasa, dimana potensinya sangat besar, juga adanya dukungan dari pemerintah dengan berbagai kebijakan,” ungkapnya.

ikan-suasana-kuliah-umum

Disamping itu kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan para mahasiswa, khususunya mahasiswa baru, karena dilaksanakan di awal kuliah.

Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS, Perguruan Tinggi harus meningkatkan fungsi, peran, dan kontribusi di dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia (PMD), karena Indonesia memiliki modal dasar sangat lengkap untuk menjadi bangsa yang maju, sejahtera, dan berdaulat dengan 256 juta orang penduduk, terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan AS, memiliki kekayaan alam yang melimpah dan beragam, baik yang terdapat di darat maupun di laut dan posisi geoekonomi yang sangat strategis, di jantung pusat perdagangan global.

“Jika kita mampu melaksanakan pembangunan kelautan sebagai platform pembangunan ekonomi bangsa, Insya Allah paling lambat tahun 2030, Indonesia menjadi negara-bangsa yang maju, adil-makmur, bermartabat, dan diridhoi Allah SWT,” ungkapnya.

Untuk menghindari kesenjangan antara penduduk kaya vs miskin yang sangat lebar dan kerusakan lingkungan hidup yang parah, maka kue pertumbuhan ekonomi harus didistribusikan kepada seluruh rakyat Indonesia secara adil.  Hal ini dapat dilaksanakan dengan penetapan upah pekerja (yang bekerja di perusahaan swasta, BUMN, dan Koperasi) dan gaji PNS minimal sebesar 300 dolar AS (sekitar Rp 4 juta)/bulan, penerapan pajak secara progresif (progressive taxation), zakat, infaq, shodaqoh, wakaf, dan mekanisme pendistribusian kekayaan secara edukatif dan berkeadilan.

Rakyat Indonesia dapat bekerja secara produktif dengan penghasilan minimal dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, GNP per kapitanya lebih besar dari US$ 11.750, dan neraca perdagangannya positif (surplus). Seluruh rakyatnya bebas dari kelaparan, kebodohan, penyakit jasmani maupun rohani, dan rasa takut; sehingga kita hidup dalam suasana yang aman, damai, dan sejahtera. Sementara, negara-bangsa lain menghormati kita secara wajar.

(Humas UMI)

Previous Alhamdulillah, Fasilitas Prodi Profesi Insinyur FTI UMI Rampung
Next Penjaminan Mutu UMI Launching SPM Berbasis Akreditasi Online

You might also like

Purwacaraka Jadi Inspirator Sehari di FTI UMI

UMI Makassar – Musisi kondang Purwacaraka tiba di Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI-UMI). Acara bertajuk sebuah inspirasi dari Purwacaraka akan dipusatkan di Auditorium KH Muhammad Ramly, Lantai 3

UMI Terima Bantuan 1.600 Bibit Penghijauan

UMI Makassar – Guna mendukung Program Walikota Makassar untuk pengembangan Lorong Garden (Longgar) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Makassar, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan Kota Makassar

UMI Bentuk FKM Kecamatan Tallo dan Mariso

UMI Makassar – Pelatihan Kader Muballighah yang dilaksanakan  pada majelis taklim kecamatan Mariso dan Tallo  kerjasama Fakultas agama Islam Universitas Muslim Indonesia dan Direktorat  Pendidikan Tinggi Islam, Kementrian Agama merekomendasikan