Hakim Agung Ad hoc Tipikor RI Jadi ‘Dosen’ Tamu di FAI UMI

UMI Makassar – Hakim Agung Ad hoc Tipikor Republik Indonesia, Prof Abdul Latief membawakan Kuliah Umum di Auditorium Al Jibra Kampus II Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jl Urip Sumoharjo Makassar, Jumat (21/10).

Kuliah Umum tersebut diikuti kurang lebih 300 mahasisiwa dari Fakultas Agama Islam (FAI) dengan tema Peran Mahasiswa Fakultas Agama Islam Dalam Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dekan FAI, Hasibuddin mengatakan kegiatan tersebut merupakan program fakultas dalam rangka memberikan pengetahuan baru kepada mahasiswa di luar proses belajar mengajar.

“Ini juga akan lebih menambah suasana akademik karena kegiatan seperti ini hanya dilakukan di tahun ajaran baru,” ungkap Hasibuddin.

Prof Abdul Latief mengapresiasi kegiatan tersebut, menurutnya bekal dalam bersaing di era MEA harus dipersiapkan sejak saat ini. Bahkan ini menjadi tugas seluruh perguruan tinggi dalam memberikan bekal menjadi seorang entrepreneur.

“Di era saat ini kita harus lebih kreatif dan terus berinovasi selain itu kita tidak usah menuntut diri menjadi seorang PNS,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, wakil dekan FAI, Ketua Prodi sejajaran FAI, Pengurus BEM dan Pengurus Dewan Legislatif Mahasiswa.

(Humas UMI)

Previous Pertanian UMI, Bupati Mamuju Utara & Luwu Utara Jalin Kerjasama
Next Prof Ma'ruf Terpilih Ketua APTISI Wilayah IX A Sulsel

You might also like

Teknik UMI Segera Miliki Lab Baru

UMI Makassar – Ketua Yayasan Wakaf UMI H. M. Mokhtar Noer Jaya disaksikan Rektor UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA dan Wakil Rektor II UMI Dr. Ir. H. Iskandar

Dosen FTI UMI Ikuti Pelatihan Sertifikasi ISO 9001-2008

UMI Makassar – Sebagai langkah awal persiapan sertifikasi ISO 9001 – 2008 yang direncanakan oleh manajemen Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada tahun 2016, maka selama

Sastra UMI Tuan Rumah Lokakarya APPBIPA Sulsel

UMI Makassar – Tuntutan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Selain telah ditelah dicantumkan dalam UU juga dalam era globalisasi  yang tiadak ada sekat yang