UMI Makassar – Halal Bi Halal Keluarga Besar Universitas Muslim Indonesia berlangsung di Auditorium Al-Jibra Kampus 2 UMI (3/7).

Hadir Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI H.M.Mokhtar Noerjaya, Ketua Harian YW UMI Prof.H.Jobhaar Bima, Ph.D, Rektor UMI Prof.Dr.Hj. Masrurah Mokhtar, M. A, para Wakil Rektor UMI, sejumlah pimpinan UMI dan sivitas akademika UMI.

Rektor UMI menyatakan rasa syukur yang mendalam atas selesainya menunaikan ibadah puasa di Bulan Ramadhan 1438 H/2017 M. Dikatakan pernah Rasulullah menyatakan derajat keutamaan yang melebihi shalat, zakat, puasa dan haji adalah silaturrahim.

“Karena itu perlu dibangun silaturrahim antara dosen dan karyawan dengan pimpinan, termasuk dengan mahasiswa. Saling menyapa, senyum, salam, dst. Selain itu ucapkan kata-kata yang baik (kawlan baliyghah), lemah lembut (kawlan layyinan). Kata-kata lembut digunakan untuk memberi nasehat kepada orang-orang kasar, bengis, dan sombong untuk membuat mereka sadar,” ungkapnya.

Selanjutnya berhijralah dari perbuatan dan sifat-sifat buruk ke arah perbuatan baik. Semua diberi amanah untuk melaksanakan dakwah dengan memberikan teguran kepada orang-orang yang melanggar.

“Jika ada saudara atau teman yang berbuat salah, maka menjadi kewajiban kita untuk menegur/ memperbaikinya,” harapnya.

Keluarga besar UMI agar dapat menegakkan amar makruf nahi mungkar, sebagaimana Q.S. Ali Imran 104: ” Hendaklah segolongan umat yang menyeru kebaikan dan mencegah dari kemungkaran…”.

Dikatakan pula prinsip-prinsip Islam, perlu menghargai orang yang lebih senior dan menyayangi yang lebih muda. Selain itu, informasi yang diterima perlu ditelusuri dan disaring (tabayun) dalam menerima informasi, terutama dari medsos. Jangan sampai terpancing dengan info hoax yang bisa menimbulkan fitnah. Pimpinan UMI perlu diskusi terhadap tokoh umat Islam yang mendapatkan fitnah melalui medsos.

“Tidak ada manusia yang tidak ada salah, karena itu mari saling memaafkan satu sama lain,” kuncinya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!