Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) memiliki sejuta cara untuk tetap mempererat tali silatirahim sesama sivitas akademika. Silaturahim sepertinya enggan terpisah dengan pondasi bangunan kebersamaan di perguruan tinggi berjargon pendidikan dan dakwah itu.

Di tengah gempuran Coronavirus Disease (Covid-19), UMI tetap menggelar acara Halal bi Halal, sivitas akademika UMI Kamis (28/5/2020), meski secara virtual lewat aplikasi video teleconferenc Zoom. Sementara Dekan FAI UMI, Dr. H. Ahmad Hakim, MA. didaulat membawakan ceramah.

Dalam kesempatan itu, terlihat hadir Rektor UMI, Prof Dr H Basri Modding SE MSi didampingi WR I, Dr. Ir. H. Hanafi Assad MT, WR II, Prof. Dr. H. Salim Basalamah SE, MSi, Prof. Dr. H La Ode Husein SH, MH sebagai WR III, WR IV Dr Drs KH. Zain Irwanto MA, dan Prof. Dr. Hatta Fattah MS sebagai WR V.

Prof. Basri Modding mengungkapkan, poin utama dalam setiap penyelenggaraan acara Halal bi Halal adalah bagaimana silaturahim itu dirajut kembali jika sempat terputus dan yang masih terjaga agar bisa dipertahankan.

Ia menyebut, meski berbeda secara teknis pada pelaksanaan Halal bi Halal tahun ini, namun hal baiknya adalah jumlah peserta yang mencapai hingga 500-an.

“Jika kita lihat jumlahnya ini, lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu. Ini artinya kemajuan teknologi membuat kita semakin dekat dengan sesama, khususnya silaturahim yang digelar saat ini,” ungkap Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bssnis UMI ini.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. Mansyur Ramli menjelaskan bahwa konsep menuju tatatanan kehidupan standar baru itu ada di kekuatan jamaah, dan jamaah adalah kunci dari silaturahim.

“Kita harus membawa energi baru memasuki dunia baru yang orang sebut sebagai new normal dan kita sementara menyiapkan itu dan semoga UMI bisa semakin maju menuju universitas berkelas dunia seiring konsep yang berjalan ini,” papar Prof. Mansyur Ramly.

“Orang banyak bicara new normal. Kuncinya ada pada jamaah. Mari kita tetap membangun kehidupan jamaah di UMI. Kita tidak boleh hanya mengadalkan seluruh fasilitas atau hal yang lain, tapi juga jangan sekali kita melupakan para pendahulu kita,” sambung Prof. Mansyur Ramly.

Sedangkan Ketua Yayasan Wakaf UMI Mokhtar Noer Jaya mengatakan, momen Idul Fitri 1441 H dan Halal bi Halal harus menjadi alat penggugur demi bisa saling memaafkan bagi semua, terlebih di situasi Covid-19.

“Kita menyiapkan amalan untuk hidup kekal di akhirat dengan bersilaturahim. ,” Ungkap Mokhtar Noer Jaya.

(HUMAS)