Makassar, umi.ac.id – Hari Kebangkitan Nasional resmi diperingati ke 112 kalinya oleh seluruh masyarakat Indonesia. Momentum diperingati berdasarkan penandaan kelahiran organisasi terpelajar pertama Indonesia yakni Budi Utomo pada 20 Mei 1908 yang menjadi titik mula perlawanan kelompok pelajar/mahasiswa terhadap kolonialisme.

Berbeda dari sebelumnya, Hari Kebangkitan Nasional biasanya diperingati dengan kegiatan suka cita berupa upacara bendera, hingga lomba kreatif di berbagai tempat. Namun, untuk tahun ini tidak demikian.

Menanggapi momen penting ini, Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof. Dr. H. Basri Modding, SE., M.Si. mengungkapkan, Indonesia terbilang sangat besar untuk menyerah pada ancaman pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Ia optimis bahwa bangsa Indonesia mampu melewati situasi saat ini dengan kemenangan.

“Kita semua pasti bisa mengatasi Pandemi Covid-19 serta segala dampaknya terutama di Bidang Kesehatan dan Ekonomi. Di momen Hari Kebangkitan Nasional ini kita jadikan momentum kebangkitan untuk mengatasi krisis dan bangkit untuk mewujudkan Indonesia Maju. Indonesia adalah bangsa yang kuat, serta saya yakin kita akan menang,” ungkap Prof. Basri Modding.

“Hari kebangkitan Nasional kali ini bertepatan dengan Ramadhan membuatnya terasa lebih spesial. Beberapa momen besar Bangsa Indonesia bertepatan dengan Ramadhan, salah satunya hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 bertepatan dengan 9 Ramadhan,” paparnya.

(HUMAS)