Hari Kelima Pesantren Ramadhan Virtual UMI Membahas “Kewajiban Puasa, Layanan Islami & Pentingnya Sedekah”, dengan Narasumber Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, Prof. Dr. H. Salim Basalamah, SE,M.Si, dan Prof. Dr. H. Said Sampara, SH,MH. Host Dr. Nurjannah Abna dan Dr. M. Ishaq Shamad.

Sejumlah peserta berasal dari berbagai daerah, bahkan ada peserta dari Pulau Wakotobi. Prof. Masrurah Mokhtar melalui Video menjelaskan kewajiban puasa bagi muslim agar bisa meraih taqwa. Salah satu satu manifestasi taqwa, adalah banyak bersedekah, sebagaimana Hadis Nabi pahala yang besar disiapkan bagi orang yang bersedekah, walaupun hanya sebiji kurma.

Prof. Dr. Salim Basalamah  yang juga Wakil Rektor II UMI, menjelaskan layanan Islam dengan sifat qanaah, yakni selalu merasa cukup dan selalu bersyukur dengan apapun yang diterima. Selain itu, sifat wara’ sangat penting dimiliki, yakni berusaha keras menghindari segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT.

Sedangkan Prof. Dr. Said Sampara,SH.,MH (Dekan Fakultas Hukum UMI)  menjelaskan pentingnya mengeluarkan infaq dan sedekah dari harta yang dimiliki, maka yakinlah jika bersedekah di bulan Ramadhan, selain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, juga insya Allah akan digantikan oleh Allah di luar bulan Ramadhan, jelasnya.

Host M. Ishaq Shamad mempersilahkan peserta bertanya, pertanyaan boleh di luar dari tema, khususnya masalah seputar Ramadhan, ajaknya. Salah seorang peserta, Usnan mempertanyakan bagaimana mengantisipasi umat yang tetap “keras kepala” ke masjid melaksanakan shalat tarwih, padahal sudah dilarang oleh pemerintah dan MUI?, tanyanya.

Host M. Ishaq Shamad, menjelaskan pentingnya memberi pemahaman yang baik kepada umat bahwa hakekatnya masjid, berarti tempat sujud, jadi dimana saja kita bersujud, hakekatnya kita berada di masjid, jadi walaupun shalat di rumah, kualitas ibadah kepada Allah tidak berkurang. Memang diakui jika shalat di masjid rasanya lebih afdal, karena bisa berjamaah dengan banyak orang dan syiar Islam begitu terasa.

Namun karena wabah pandemi covid 19, maka dianjurkan untuk tetap di rumah untuk menjaga diri dan orang lain agar tidak tertular dan menularkan virus Corona yang membahayakan jiwa manusia. Khusus di Kota Makassar, aparat keamanan sudah mulai melakukan tindakan tegas terhadap sejumlah pengurus masjid yang tetap berjamaah tarwih di masjid, dengan ancaman pidana 1 tahun atau denda Rp. 100 jt.

Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya “larilah kalian dari wabah penyakit, seperti anda lari dari seekor Singa”. Hadis ini menjelaskan pentingnya menghindari wabah penyakit yang melanda umat, jelas Dr. Ishaq, Kepala UPT PKD UMI  yang juga alumni Fakultas Agama Islam UMI.

Selanjutnya ditanyakan, bagaimana mau sedekah, justru kami butuh disedekahi, apalagi di masa sulit sekarang ini? Host M. Ishaq Shamad menjelaskan, jika belum bisa bersedekah dengan uang dan harta, bisa bersedekah dengan tenaga, atau dengan ilmu dan nasehat, bahkan senyum pun dengan ikhlas kepada orang lain, maka itu dianggap sedekah. Jadi tidak ada alasan untuk tidak bersedekah di bulan penuh berkah ini, urainya.

Selain itu, disela-sela diskusi, Host Nurjannah Abna menjelaskan bahwa UMI membuka pendaftaran mahasiswa baru Tahun Akademik 2020/2021, mulai tanggal 2 Mei s.d Juli 2020, dan biaya Kuliah UMI tidak ada kenaikan dan bisa diangsur,  ini menunjukkan komitmen pimpinan UMI untuk memahami kondisi masyarakat saat ini, ujar alumni Fakultas Sastra UMI ini.

(HUMAS)