Hikmah Nuzul Al-Qur’an dari pandangan sains dibahas pada Pesantren Ramadhan Virtual UMI, Jum’at (8/5). Narasumber Dr. Ir. H. Mukhtar Tahir,MT yang juga Dekan Fakultas Teknik UMI. Hadir Host Dr. M. Ishaq Shamad dan Dr. Nurjannah Abna, beserta sejumlah siswa SLTA dan mahasiswa.

Dr. Ir. Mukhtar Tahir melalui tayangan Video Virtual menjelaskan Al-Qur’an diturunkan pada Bulan Ramadhan, sebagai mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an dimulai dengan turunnya ayat pertama, yakni Iqra. Dijelaskan didalam Q.S Al-Qadr sebagai malam kemulian (lailatul qadr). Malam kemuliah itu lebih baik dari 1000 bulan atau sekitar 81 tahun.

Ahli Tafsir M. Quraish Shihab, menyatakan bahwa kandungan Al-Qur’an mempunyai tujuan, misalnya masalah aqidah (hakekat Tuhan, dan ada rukun iman). Al-Qur’an juga mengandung Syariah yang mengatur jual beli, perintah shalat dan lain-lain hablun minallah dan hablun minannaas. Selain itu, Al-Qur’an mengandung ajaran yang terpenting, yakni Akhlaq. Karena itu, Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlaq manusia, jelasnya.

Al-Qur’an juga mengandung kebenaran yang nyata, sudah banyak ilmuan yang meneliti Al-Qur’an dan akhirnya mendapatkan hidayah dan masuk Islam. Ide dalam al-Qur’an terus dikembangkan, dan Al-Qur’an tidak mengalami perubahan. Karena itu, generasi milenial perlu membaca dan mempelajari Al-qur’an karena banyak ide-ide didalamnya yang dapat dikembangkan, ajaknya.

Host Dr. Nurjannah Abna menambahkan bahwa sebagai Mukjizat, dari segi Bahasa Al-Qur’an belum ada yang mampu menandingi kehebatannya. Bahkan Allah menantang kepada siapa saja yang merasa ahli bahasa untuk membuat satu ayat/surah semacam Al-Qur’an jika sanggup.

Hal ini dibenarkan oleh Host Dr. M. Ishaq Shamad yang menjelaskan bahwa ada seorang ahli Bahasa bernama Musailamah al-Kazzab yang mencoba-coba menyaingi Q.S. Al-Fiil, namun surah buatan Musailamah, memang bersyair mirip Q.S Al-Fiil, tetapi makna dan kandungannya jauh sekali berbeda dengan isi kandungan Q.S Al-Fiil. Surah Musailamah hanya menjelaskan tentang ciri seekor gajah, yang memiliki belalai panjang dan ekor yang panjang. Padahal Q.S Al-Fiil menjelaskan peristiwa besar, ketika pasukan Abrahah yang mengendarai gajah menyerang Ka’bah, diobrak-abrik oleh burung Abaabil yang membawa batu panas. Pada saat itu pula lahir Nabi Muhammad SAW.

Salah seorang peserta, Rifky mempertanyakan bagaimana kandungan Al-Qur’an tentang proses penciptaan alam dalam 6 masa? Host M. Ishaq Shamad menjelaskan banyak teori yang menjelaskan kejadian alam, misalnya teori Big Bang, bahwa alam berasal dari ledakan dahsyat, sampai tercipta planet-planet dan bumi.

Demikian pula sejumlah filosof muslim, seperti Ibnu Sina menjelaskan proses penciptaan alam melalui teori emanasi, atau alam tercipta dari akal pertama sampai akal ke 10 (akal mustafad). Termasuk Imam Al-Gazali yang menjelaskan bahwa alam diciptakan dari tidak ada menjadi ada.

Sementara Al-Qur’an menjelaskan proses penciptaan alam pada 6 masa. Ini menunjukkan bahwa dalam penciptaan sesuatu memerlukan waktu/proses, bukan seperti pesulap hanya mengucapkan sim salabim, tetapi melalui proses, jelasnya.

(HUMAS)