Dalam upaya meningkatkan kualitas kemahiran berbahasa Arab, Himpunan mahasiswa Sastra Asia Barat Fakultas Sastra UMI menggelar perkampungan bahasa Arab dengan tema Menciptakan generasi yang Mampu Memahami bahasa Arab secara baik dan benar yang dilaksanakan di Kampus IV UMI Pondok Tahfidz al Qur’an Lanraki, Makassar, tanggal 15 s/d 22 Nopember 2012.

Dekan Fakultas Sastra yang diwakili Wakil Dekan III, bidang kemahasiswaan, Muhammad Yunus, SS.,M.Pd., dalam sambutan pembukaan mengapresiasi kreativitas dan inovasi himpunan mahasiswa sastra Arab dengan menggelar perkampungan bahasa Arab  yang bertujuan untuk melatih 4 (empat) kemampuan berbahasa yaitu mendengar, membaca, menyimak dan menulis secara fasih bahasa Arab.

Manusia adalah makhluk sosial yang didalamnya berlangsung tindakan sosial. Tindakan ini merupakan suatu tindakan saling mempertukarkan pengalaman, saling mengemukakan dan menerima pikiran. Untuk menghubungkan sesama anggota masyarakat, maka diperlukan komunikasi. Salah satu media komunikasi efektif dan strategis adalah bahasa.

Muhammad Yunus mengatakan bahwa bahasa  memiliki  fungsi dan peranan yang penting bagi setiap bangsa dan masyarakat itu sendiri, termasuk bahasa Arab  yang juga termasuk sebagai bahasa resmi PBB.

“Bahasa Arab memiliki arti penting untuk dipelajari khususnya kaum muslimin,  ilmuan dan mahasiswa serta siswa dari program studi atau kajian bahasa Arab,  atau  para ilmuwan serta  mahasiswa jurusan lainnya,” ujar Yunus alumni fakultas sastra Inggris UMI ini.

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar sebagai lembaga pendidikan dan dakwah memandang bahwa kemampuan berbahasa Arab merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa yang akan melakukan kajian ilmu umum dengan mengkorelasikan pengetahuan agama Islam seperti tafsir, hadiś, fiqih, akidah, dan  tasawuf, maupun disiplin ilmu-ilmu keislaman lainnya. Dengan memahami bahasa Arab secara fasih, maka diharapkan mahasiswa akan menemukan hakikat Islam yang sejati.  Hal ini didasari kenyataan empiris bahwa ilmu-ilmu tersebut ditulis sekaligus dijelaskan dalam bahasa Arab. Karena itu, menguasai bahasa Arab adalah suatu keharusan bagi para mahasiswa, agar mereka tahu serta mampu mendalami secara kritis ilmu-ilmu keislaman yang dikembangkan secara kritis sekaligus sebagai media untuk menguasai pengetahuan yang lain. Dengan perkampungan bahasa Arab ini diharapkan pengetahuan kebahasaan peserta menjadi komprehensif.

Sementara itu, Dr. H.Ruslan,MA., ditempat terpisah mengatakan  bahwa untuk memahami agama Islam dengan baik dan benar salah satu syaratnya adalah dengan memahami bahasa Arab dengan baik dan benar, sebab tanpa bahasa Arab mustahil bisa memahami al-Qur’an dan hadits dengan benar. Bahasa Arab sebagai bahasa Internasional berada dalam posisi strategis, karena menunjang pemahaman ajaran agama Islam dan juga sebagai sarana komunikasi antar bangsa-bangsa di dunia, terutama persatuan umat Islam sedunia.  Inti belajar bahasa Arab adalah penguasaan keterampilan atau kemampuan untuk menggunakan bahasa tersebut, secara aktif dan mampu memahami ucapan/ungkapan dalam bahasa Arab.

“Peserta perkampungan bahasa Arab diharapkan mampu berkomunikasi dengan bahasa Arab dan mampu melakukan kajian terhadap literatur yang berbahasa Arab secara mandiri,” ungkapnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra UMI, Drs. H. M. Nur Wakka, dan Pembina Mahasiswa Sastra Arab UMI, Dr. H. Ruslan,MA., dan Dr. H.Agus Salim M,MA, Drs. Usman Ismail,MA.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 60 orang ini  selain diikuti mahasiswa Universitas Muslim Indonesia, khususnya Fakultas Sastra dan Agama, juga diikuti  mahasiswa dari UNHAS dan siswa SMU se-Makassar. Tampil sebagai narasumber, , Drs. H. M. Nur Wakka, dan Pembina Mahasiswa Sastra Arab UMI, Dr. H. Ruslan,MA., dan Dr. H.Agus Salim M,MA, Drs. H. Usman Ismail,MA., Dra. Nur Taqwa Amin,M.Hum., Dra. Hj. Nurjannah Abna,M.Pd., dan Drs.H.Abd.Hakim,MA.

Materi yang disampaikan diantaranya  muthalaah percakapan dan terjemahan, analisis teks  yang berbahasa Arab dengan model pencerahan qalbu dipesantren padanglampe, yaitu peserta dibangunkan jam 3 subuh untuk shalat tahajjud dan setiap selesai shalat wajib, membawakan kultum secara bergantian dengan berbahasa Arab.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!