Kajian Hadis Ahkam berlangsung di Masjid Kampus 2 UMI oleh Dr.H.M.Thahir Bandu,MA (22/11) membahas “Hukum Rajam”. Hadir Ketua LPDKI UMI Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA, sejumlah pimpinan fakultas, dosen dan mahasiswa UMI.

Ustaz Tahir Bandu menyatakan bahwa saat ini banyak orang yang melakukan zina, tetapi tidak mau mengakuinya. Berbeda sekali pada masa Rasulullah, seorang yang bernama Maiz datang kepada Rasulullah dan mengaku bahwa ia pernah berzina. Nabi kemudian berpaling dan tidak mendengar ucapan Maiz. Namun ia mengulangi lagi ucapannya “saya pernah berzina, bersihkanlah aku dari dosa”, Nabi berpaling lagi ke arah lain. Maiz berusaha keras menghadap lagi wajahnya di hadapan Rasulullah dan mengakui lagi kesalahannya. Nabi kemudian menjawab”apakah kamu gila? dan siap dibunuh?. Selanjutnya Nabi meminta sahabat memeriksa Maiz, jangan sampai dia mabuk. Setelah diperiksa ternyata dia tidak mabuk. Kemudian Nabi memerintahkan Maiz dirajam (dilempar batu sampai ia mati).

Dari Hadis diatas dapat dipahami bahwa Nabi betul-betul menegakkan hukum Allah SWT.

“Jika hukum rajam dilaksanakan, maka yang bersangkutan (muslim berzina) akan diampuni dosanya,” katanya.

(Humas UMI)