Iman, Kebersihan Sehari-Hari dan Berdakwah Di Rumah saja menjadi topik menarik pada Pesantren Ramadhan Virtual UMI sore ini (Rabu,7/5). Hadir Narasumber Prof. drg. Moh. Dharma Utama, Ph.D, Sp.Pros (K) yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UMI dan Dr. Hj. Nurjannah Abna, M.Pd yang juga Kepala Humas UMI, Host Dr. M. Ishaq Shamad, MA bersama Dosen PQ Padanglampe H. M. Yunus Anwar, Lc, M.A dan Hj.Andi Hasriani, M.A serta sejumlah siswa SLTA dan mahasiswa.

Prof. Drg. H. Moh. Dharma Utama menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dan manusia memiliki hati. Hati manusia harus dijaga kebersihannya dan menjaga kebersihan diri sangat penting, karena memang kebersihan adalah bagian daripada iman. Kebersihan dalam Islam dikenal dengan Hadas kecil dan hadas besar. Hadas kecil dibersihkan dengan wudhu, dan hadas besar dibersihkan dengan mandi junub, jelasnya.

Sementara itu Dr. Nurjannah Abna menjelaskan perintah berdakwah dijelaskan Allah dalam Q.S An Nahl ayat 125, “Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan cara bijaksana, pelajaran yang baik dan berkomunikasi/debatlah mereka dengan cara yang baik pula”.

Dikatakan di masa Pandemi Covid-19 saat ini, tidak menghentikan jalannya dakwah dan syiar Islam. Oleh karena itu, dakwah dapat dilakukan di rumah saja. Berdakwah dengan lisan dan tulisan melalui media sosial yang tersedia serta berdakwah bilhal dengan memberikan sumbangan/infak, shadaqah kepada orang-orang yang membutuhkan, ajaknya.

H.M. Yunus Anwar, Lc, MA menambahkan dakwah yang dilakukan di rumah, antara lain dengan shalat maupun mengaji secara berjamaah dengan keluarga atau bersama kelompok komunitas di WA Group dengan membagi juz al-Qur’an dengan program 1 day 1 juz.

Hal ini disetujui oleh Andi Hasriani, M.A yang menyatakan lebih semangat jika mengaji dan tadarus Al-Qur’an secara berjamaah, misalnya ada 30 orang dalam satu group WA, masing-masing membaca 1 juz perhari, maka dalam waktu sebulan masing-masing menamatkan Al-Qur’an 30 Juz, sehingga dalam komunitas tersebut 30 kali khatam al-Qur’an, jelasnya.

Selanjutnya H.M. Yunus Anwar, Lc, M.A menyampaikan hikmah dibalik Pandemi Covid-19, dimana keluarganya yang selama ini ditinggal dan sibuk di luar rumah, sekarang lebih banyak berinteraksi dengan anggota keluarga, termasuk mengajar anak-anaknya dengan mata pelajaran sekolahnya. Ia sadar, ternyata tidak mudah mengajar sendiri anak-anaknya, dibutuhkan kesabaran dan keikhlashan. Untungnya di dalam bulan Puasa mendidik kita untuk banyak bersabar dan ikhlas, jelasnya.

Sementara itu, Andi Hasriani menambahkan, ia juga banyak memperoleh hikmah dari adanya Pandemi Covid-19, karena ia dapat memanfaatkan teknologi untuk bisa beraktifitas dari rumah saja, baik untuk mengajar mahasiswanya, maupun untuk aktifitas dakwah lainnya.

Host Dr. M. Ishaq Shamad mengemukakan refleksi dari Pesantren Ramadhan Virtual UMI sore ini, antara lain pentingnya iman dan kebersihan sehari-hari, baik kebersihan jasmani maupun kebersihan rohani. Selain itu, dakwah bil lisan dan bil-qalam bisa diintensifkan melalui Media Sosial, demikian pula dakwah bil hal, lebih digalakkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak ekonomi dari Pandemi Covid-19 ini.

Bahkan pimpinan UMI telah mengumpulkan dana dari pimpinan, dosen dan karyawan UMI untuk dibagikan kepada umat, khususnya sejumlah mahasiswa UMI yang tidak bisa pulang kampung. Ini semua adalah bagian iman yang kuat dan bagian dari dakwah di rumah aja, kuncinya.

(HUMAS)