Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar makin memperlihatkan kesiapannya dalam menyambut Mahasiswa Baru (MABA) TA. 2021/2022 dengan program “Merdeka Belajar Kampus Merdeka”.

Hal ini terlihat dengan tak henti-hentinya UMI memperkuat kerjasama dengan berbagai institusi. Hari ini Kamis (25/03/2021) secara virtual video teleconference via zoom, telah disepakati kerjasama dalam bentuk nota kesepahaman dengan 4 (empat) institusi.

Keempat institusi itu adalah BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Politeknik Kesehatan Sandi Karsa, dan Institusi Agama Islam Muhammadiyah Sinjai.

Rektor UMI Prof. Dr. H. Basri Modding, SE.,M.Si. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus BPP KKSS atas kesediaannya bersama Universitas Muslim Indonesia dalam pengembangan kecerdasan bangsa indonesia.

Kerjasama ini merupakan bentuk pelestarian nilai-nilai luhur bugis di sulawesi selatan melalui JK Center yang di bentuk oleh Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Dalam kesempatan ini juga, kami sampaikan bahwa bulan lalu UMI telan menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi luar negeri diantaranya adalah University College of Yayasan Pahang Malaysia dan University of Cyberjaya Malaysia.

“Membangun bangsa dan mencerdaskan anak bangsa tidak dapat dilakukan secara parsial, tatapi harus melalui kolaborasi atau kerjasama yang merupakan tugas kita bersama” urai mantan Direktur PPs-UMI 2 periode tersebut.

Dengan adanya program “Merdeka Belajar Kampus Merdeka” memungkinkan seluruh perguruan tinggi untuk melakukan kerjasama dengan berbagai instansi.

Di akhir sambutannya Guru Besar FEB UMI tersebut mengungkapkan bahwa saat ini UMI membina 57 Program Studi dengan 22 Program Studi telah Terakreditasi “A” dan mengajak seluruh pihak untuk membangun bangsa indonesia bersama-sama.

Ketua Umum BPP KKSS mengucapkan bahwa kami di BPP KKSS menyambut sangat baik kerjasama ini. Karna kami melihat UMI bukan hanya milik Sulawesi Selatan melainkan milik bangsa indonesia, dan merupakan perguruan tinggi muslim.

Semua program yang telah disepakati akan di follow-up oleh seluruh dewan pakar BPP KKSS demi menjaga nilai-nilai luhur Bugis di Sulawesi Selatan, ungkapnya.

Sementara itu Rektor UIN Alauddin Makassar yang diwakili oleh Wakil Rektor IV, Bidang Kerjasama & Pengembangan Lembaga Dr. H. Kamaluddin Abunawas, M.Ag. mengucapkan bahwa kerjasama ini telah lama berlangsung, sebab IAIN Alauddin Makassar lahir melalui rahim UMI.

Kami berharap penandatangan MoU ini tidak sebatas penandatangan, akan tetapi terimplementasikan terkhusus melalui join riset. Kami terus mendorong join riset ini dapat terimplementasikan dengan baik.

Fakultas yang ada di IAIN Alauddin tentunya sebagian besar juga telah dimiliki oleh UMI. Terkhusus Fakultas Agama Islam UMI yang merupakan ibu kandung dari IAIN Alauddin Makassar. Banyak mimpi-mimpi besar oleh kedua perguruan tinggi besar di Sulawesi Selatan ini yang diharapkan dapat segera tereliasasi, harapnya.

Direktur Politeknik Kesehatan Sandi Karsa mengucapkan terima kasih kepada UMI karena memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan Politeknik Kesehatan Sandi Karsa.

Politeknik Kesehatan Sandi Karsa didirikan oleh Ir. Hardi Rachman MT. yang merupakan Dosen Tetap UMI. Serta banyak dosen tetap UMI yang memberikan support kepada Politeknik Kesehatan Sandi Karsa dalam mengembangkan pendidikan.

Di akhir sambutannya Direktur Politeknik Kesehatan Sandi Karsa mengucapakan banyak Terima Kasih Kepada Rektor UMI Prof. Dr. H. Basri Modding, SE.,M.Si. dan mengharapkan terus mendapatkan bimbingan dari Universitas Muslim Indonesia.

Rektor Institusi Agama Islam Muhammadiyah Sinjai juga mengucapkan terima kasih atas kesempatan kepada instansi kami karena diberikan kesempatan menjalin kerjasama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan institusi kita dalam bentuk nota kesepahaman.

Perguruan tinggi kami dalam proses perubahan ke universitas, tentunya membutuhkan mitra dalam mengembangkan Institusi Agama Islam Muhammadiyah Sinjai.

Kami tahu betul kualitas dan mutu dari Universitas Muslim Indonesia sebagai Perguruan Tinggi Swasta Terbesar di Luar Pulau Jawa dan Salah Satu Terbaik di Sulawesi serta telah terakreditasi institusi “A”.

Melalui kerjasama ini diharapkan Institusi Agama Islam Muhammadiyah Sinjai dapat berkembang dan maju seperti Universitas Muslim Indonesia, harapnya.

Terpantau hadir dalam kesempatan tersebut adalah Ketua Umum BPP KKSS beserta jajarannya, Rektor UIN Alauddin Makassar beserta jajarannya, Direktur Politeknik Kesehatan Sandi Karsa beserta jajarannya, dan Rektor Institusi Agama Islam Muhammadiyah Sinjai beserta jajarannya.

Sementara itu dari pihak pimpinan UMI hadir Ketua Pembina YW UMI, Ketua Pengurus YW UMI beserta Jajarannya, Ketua Pengawas YW UMI, Para Wakil Rektor UMI,Direktur PPs UMI, Dekan Fakultas, dan Ketua Lembaga dalam lingkup UMI.

(HUMAS)