Interaktif Ramadhan Virtual UMI membahas “Refleksi & Muhasabah Diri”, dengan Narasumber Dr. H. M. Ishaq Shamad, M.A/Ketua Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Karakter dan Dakwah UMI (16/5) hari ke 23 Ramadhan 1441 H.

Hadir Host Dr. Hj. Nurjannah Abna, M.Pd, bersama Ir. H. M. Nusran, MT, Ph.D, Dra. Hj. Syarifah Raehana, M.A, serta sejumlah mahasiswa dan siswi SLTA.

Dalam Video Virtual, M. Ishaq Shamad bertanya pernahkah kita melihat wajah di hadapan cermin, apakah wajah ini, adalah wajah yang akan bersinar di dalam surga kelak di akhirat, karena amalan-amalan baik yang dilakukan? ataukah wajah ini, adalah wajah yang akan terbakar di api neraka Jahanam, karena dosa-dosa yang pernah dilakukan selama ini?

Lihat-lah diri masing-masing, lihatlah matamu berapa kali digunakan melihat hal-hal yang melanggar perintah Allah, bandingkan dengan penggunaan mata untuk membaca Al-Qur’an dan melihat tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Intinya, lihatlah seluruh panca indra, apakah sudah sanggup menjawab pertanyaan Malaikat Mungkar Nakir di dalam kubur kelak?

Karena itu di dalam bulan Ramadhan ini, masih ada waktu sepekan untuk banyak bermuhasabah, bahkan kalau perlu melaksanakan shalat sunat taubat 2 rakaat, memohon kepada Allah SWT, agar semua dosa dan kesalahan diampuni oleh Allah SWT, ajaknya.

Jangan sampai bulan Ramdhan lewat, justru ibadah kita berkurang dibanding bulan Ramadhan yang lalu, jelasnya. Terpenting melihat diri masing-masing, haasibuu ampusakum qabla antuhaasabuu (hisablah dirimu, sebelum dihisab oleh Allah Swt di akhirat).

Host Dr.Nurjannah Abna mengajak agar mengintrospeksi diri, selama 3 minggu berjalan Ramadhan tahun ini dengan stay at home, apakah sudah menjaga lidah lisan kita, sehingga bisa meraih kemenangan? Bulan Ramadhan selama ini ditunggu, tetapi jangan sampai menjadi merugi, sebagaimana dalam salah satu riwayat, ternyata masih ada umat Islam yang bakhil, dan merugi karena tidak mau bershalawat ketika nama Nabi Muhammad disebut, tidak berbuat baik ke orang tua, dan jangan sampai bulan Ramadhan pergi, tidak dimanfaatkan dengan baik, jelasnya.

Ir. H. M. Nusran, Ph.D sempat berbagi pengalaman yang sudah 30 tahun mengabdi sebagai dosen di UMI. Dulu ia sering kajian dengan almarhum Prof. Dr. Abdurrahman A. Basalamah di kampus 2 UMI. Ditambahkan inilah pentingnya memanfaatkan waktu dengan orang tua di rumah. Kita tidak tahu, kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Namun terkait dengan muhasabah, inilah waktunya, dengan banyak mengambil hikmah, dulu banyak kajian dan ceramah di bulan Ramadhan lalu, tetapi stay at home, justru banyak ibadah dan tadarrus al-Qur’an selama masa pandemi Covid-19 ini. Oleh karena itu, hisablah dirimu sebelum dihisab oleh Allah SWT, ajaknya.

Itulah sebabnya perlu mengajarkan kebaikan, maka kita juga dapat pahala, termasuk profesi dosen sangat mulia, jelasnya. Selain itu, diajak peserta untuk banyak membaca Al-Qur’an, karena pahalanya luar biasa di dalam bulan Ramadhan, dibanding dengan di luar bulan Ramadhan, ajaknya.

Dr. H. M. Ishaq Shamad mengingatkan agar melakukan muhasabah terhadap diri masing-masing, melihat kembali kebaikan dan keburukan yang pernah dilakukan. Semua keburukan itu, diperhadapkan kepada Allah SWT, dan memohon kepada Allah agar semua kesalahan itu diampuni oleh Allah SWT. Sehingga keluar dari bulan Ramadhan kembali kepada fitrah.

Seorang peserta, Syukur bertanya apakah orang yang bertaqwa tidak pernah berdosa dan apakah orang bertaqwa saja yang masuk surga? Narasumber Dr. M. Ishaq Shamad menjelaskan orang bertaqwa itu sangat dekat dengan Allah SWT. dan semua manusia pasti ada dosa dan kesalahannya, jangankan kita sebagai orang awam, Nabi saja berdosa, seperti Nabi Adam a.s melanggar di Surga, tetapi dengan bertaubat, maka Allah mengampuni dosanya dan dibiarkan hidup dan berketurunan di dunia.

Itulah sebabnya di akhirat kelak, setiap manusia akan dihisab dan ditayangkan semua kebaikan dan keburukannya, sehingga orang yang bertaubat dan diterima taubatnya, maka akan kembali kepada fitrah/suci, jelasnya.

(HUMAS)