Interaktif Ramadhan Virtual UMI menghadirkan narasumber dari Jakarta Dr.H.Muhammad Nursamad Kamba, M.A, penulis buku “Kids Zaman Now”, penerbit Mizan (Sabtu, 25/4).

Isi buku tersebut awalnya berisi materi mata kuliah pada Fakultas Psikologi dan Tasawuf Universitas Islam Negeri Bandung, namun berdasarkan permintaan sejumlah pihak, buku ini dipublis dan dicetak dengan judul yang lebih umum. Isinya terkait ajaran Islam tentang tasawuf modern, jelas Dr. Nursamad Kamba yang juga alumni dari Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir.

Buku ini mengajak kita mengingat kembali asal dan tujuan kita, mengingatkan kembali hakikat kita sebagai khalifah, pemegang amanah untuk memakmurkan kehidupan, dan mengingatkan kembali bahwa alam semesta dan manusia diciptakan atas nama cinta, dan sudah seharusnya dikelola dan diarahkan kepada Sang Pemilik dengan cinta pula.

Acara interaktif Ramadhan Virtual UMI ini dipandu host Dr. M. Ishaq Shamad dan Dr. Nurjannah Abna, diikuti sejumlah kalangan, baik dari mahasiswa, dosen, bahkan ada staf ahli DPR R.I dari Jakarta juga join acara yang memang sangat menarik. Salah seorang peserta, mahasiswi FEB UMI, Risky menanyakan, mengapa umat Islam dilarang ke masjid, sementara masyarakat tidak dilarang ke pasar? Dr. Nursamad Kamba menjelaskan pentingnya memahami agama dengan menggunakan logika. Ajaran Islam dipahami bukan syariat saja, tetapi hasil dari ibadah adalah akhlaq. Orang Islam yang shalat seharusnya menjadikan muslim itu tidak egois.

Maksudnya, ia egois kalau ia datang beribadah ke masjid atau ia tetap ke pasar, karena ia berpotensi menularkan virus ke orang lain. Karena itu, tinggal di rumah juga ikut membantu orang lain untuk terhindar dari wabah Covid 19, jelasnya. Ditambahkan sebenarnya ibadah di masjid bisa dilakukan, tetapi harus dengan jaminan orang yang datang beribadah di masjid itu, harus terpelihara dari bahaya virus tersebut. Jika sudah tahu, bahwa masjid atau pasar bisa menjadi sarana yang efektif penyebaran virus Covid 19 ini, maka sebaiknya tetap di rumah saja, ajaknya.

Dr. Nurjannah Abna, menyatakan tadinya jika melihat judul buku tersebut, sepertinya membahas masalah anak-anak, tetapi ternyata isinya sangat mendalam tentang Iman, Islam dan Ihsan, apalagi dikaitkan dengan jaman modern saat ini, dimana ipteks sangat mempengaruhi kehidupan umat. Bagaimana menyikapi hal ini?, tanyanya. Narasumber menjelaskan pentingnya Islam dipahami sesuai perkembangan zaman. Ajaran Islam itu harus balance, seimbang antara kebutuhan akal pikiran dan ruhaniah. Jadikan sarana ipteks untuk bisa lebih dekat dengan Allah Swt, jelasnya.

Dr.M.Ishaq Shamad mengemukakan acara ini berlangsung 1 jam, dari pukul 16.30 s.d 17.30, diawali dengan penayangan video Profil UMI, kemudian dilanjutkan pengantar singkat dari Narasumber selama 10 menit, kemudian dilanjutkan dialog interaktif menggunakan aplikasi Cloud X Telkomsel.

Aplikasi ini menyediakan room sampai 100 orang peserta. Para peserta diajak untuk mengorder buku tersebut melaui Mizan store, atau Lazada, bahkan toko online Shopee juga menyediakan buku ini. Selain buku yang dibahas ini, ada buku lain yang lebih menarik lagi kata Dr. Nursamad Kamba, yakni “Sejarah Otentik Nabi Muhammad Saw”. Buku ini menyajikan informasi yang menjadikan pembacanya merasakan “seakan-akan berhadapan dengan Nabi Muhammad Saw”, jadi silahkan memilikinya, ajaknya.

(HUMAS)