Jalan Racing Centre resmi berubah menjadi jalan Prof Abdurahman Basalamah ditandai dengan pembukaan kain selubung oleh Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dipertigaan jalan Abdullah Dg. Sirua dengan jalan Prof. Abdurahman Basalamah, Minggu malam 25/3/2012.

Sebelum pembukaan selubung papan jalan, dilakukan zikir dan haul ke 8 Prof. Dr. H. Abdurahman A. Basalamah, di Masjid Sultan Alauddin Komp. Perumahan UMI Racing Centre, dihadiri Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Ketua DPR Kota Makassar Farouk M Betta,   Ketua Yayasan Wakaf UMI H. M. Mokhtar Noer Jaya, Rektor UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA, para Wakil Rektor, Pimpinan fakultas dan lembaga, dosen dan karyawan UMI, kolega dan teman-teman-teman Alm. Prof. Dr. H. Abdurahman A. Basalamah, serta tokoh masyarakat.

Rektor UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA dalam sambutannya mengatakan, “Banyak kenangan dengan almarhum, karena beliau sangat dekat dengan suami saya, yang juga Ketua Yayasan Wakaf UMI. Banyak memberi motivasi kepada saya untuk terus belajar. Banyak ide dan gagasan almarhum yang monumental di UMI, seperti program kampus Islami, program ini akan terus dilaksanakan, bahkan akan ditingkatkan, sehingga UMI tidak hanya dikenal di Indonesia tapi sampai ke luar negeri. Untuk itu, salah satu visi kami sebagai Rektor UMI saat ini adalah bagaimana UMI bisa menjadi universitas berkelas dunia (world class university),” ungkap mantan dekan Fakultas Sastra UMI ini.

Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dalam sambutannya mengatakan, “Perubahan nama jalan Racing Centre menjadi jalan Prof. Abdurahman Basalamah merupakan usul dari sebahagian besar warga yang bermukim di jalan Racing Centre, untuk mengabadikan nama beliau, karena telah memberikan sumbangsih besar dalam tatanan kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan syiar islam, tidak hanya di Makassar dan Sulsel tapi secara nasional. Sosok. Prof. Dr. H. Abdurahman A Basalamah patut dijadikan contoh, karena memiliki akses yang luas  dan diterima luas oleh masyarakat, sehingga beliau mampu membangun lembaga pendidikan dan sosial yang terus berkembang yaitu Universitas Muslim Indonesia dan Rumah Sakit Ibnu Sina,”  jelasnya.

Kawasan Racing Centre telah berkembang pesat, dan identitas kegiatan racing sudah tidak ada lagi sehingga sangat wajar jika sebahagian warga masyarkat yang bermukim disekitarnya mengusulkan perubahan nama jalan, dan mengusulkan nama jalan Prof. Abdurahman Basalamah.

Proses pemberian nama jalan Prof. Abdurahman Basalamah tidak langsung begitu saja, tetapi membutuhkan proses yang cukup panjang, pengusulan diajukan pada tahun 2004, realisasinya pada tahun 2006 setelah mendapat persetujuan oleh DPRD Kota Makassar, bersama ratusan nama jalan yang mengalami perubahan. Nama-nama jalan diberikan merupakann nama tokoh yang telah berjasa atau nama yang disesuaikan dengan lingkungannya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!