Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw 1434 H Jamaah Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq berlangsung di kampus 1 UMI, Kamis malam (24/1).

Hadir Ketua LPDKI UMI, sekaligus Penceramah hikmah maulid. Hadir pula sejumlah karyawan UMI dan ratusan jamaah masjid yang berasal dari masyarakat sekitar kampus 1 UMI.

Ustas M.Ishaq Shamad menyatakan Nabi Muhammad Saw adalah seorang Nabi pilihan Allah SWT, yang memiliki pribadi dan akhlaq yang mulia. Bahkan Nabi diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia. Untuk itu, umat Islam perlu mengambil hikmah peringatan Maulid Nabi, antara lain, umat Islam tidak hanya menanamkan akidah oriented, yakni hanya mementingkan emosi beragama, atau  fiqhi oriented (menganggap golongannya paling benar), tetapi menanamkan akhlaq oriented, yakni orientasi perilaku yang baik, sebagaimana Nabi diutus untuk menyempurnakan akhlaq manusia. (Innamaa buitsu liutammima makaarimal akhlaq).

Dikatakan pula ada tiga golongan umat Islam, yakni good muslim, adalah umat Islam yang baik, mampu menjelaskan Islam. Kemudian, superior muslim, yakni mampu memberikan contoh tauladan yang baik di dalam kehidupan ini. Namun golongan yang terbaik adalah great muslim (muslim yang hebat). Selain ia mampu menjelaskan dan mendemonstrasikan Islam, ia juga bisa menjadi sumber inspirasi (inspiring others), untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, seperti Nabi Muhammad Saw, ajaran-ajarannya menjadi sumber inspirasi bagi umat Islam. Salah satu Hadisnya “khaerunnaas anfauhum linnaas” (manusia terbaik, adalah mereka yang paling banyak manfaatnya kepada sesama manusia).

Oleh karena itu, kita tidak cukup hanya pada kelompok Islam Tauhid Oriented karena hanya akan membawa kita pada kategori the Good Muslim yang taat menjalankan syariat agamanya saja. Demikian juga kelompok Islam Fiqhi Oriented yang membawa kita masuk pada kategori the Superior Muslim yakni yang taat beribadah dan dapat menjadi contoh teladan yang baik. Namun Yang dahsyat ketika kita bisa masuk kelompok Islam Akhlak Oriented yang bisa mengantarkan kita masuk kategori the Great Muslim, yang selain taat beragama dan menjadi contoh teladan, ia juga dapat menjadi pemacu inspirasi (to inspiring) bagi yang lain sehingga dapat menjadi haira-ummah (umat terbaik) karena ia banyak memberi manfaat kepada orang lain, urainya.

“Kata kunci untuk dapat  masuk kategori the Great Muslim adalah memiliki HATI yang LAPANG,” kuncinya.

(Humas UMI)