Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) tidak henti-hentinya mendoakan keselamatan bangsa Indonesia di berbagai situasi. Ini adalah bentuk komitmen UMI terhadap negara sebagai lembaga pendidikan dan dakwah.

Terbaru, jelang pengumuman kelulusan Camaba UMI 2020/2021 pada 20 Juli mendatang, perguruan tinggi terkemuka berakreditasi institusi ‘A’ ini menggelar doa dan dzikir bersama untuk keselamatan umat secara daring yang dipusatkan di Lantai 9 Menara UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Jumat (17/7/2020).

Acara yang telah dimulai pada pukul 07.30 WITA ini dimulai dengan Shalat Dhuha dilanjutkan zikir dan doa secara berjamaah yang dipimpin oleh Direktur Harian Pesantren Dr. H. Ahmad Basid, Lc., MA dan Dr Abbas Ali Mayo.,Lc.,MA

Saat berdoa, jamaah doa dan dzikir UMI memanjatkan mengirimkan alfatiha untuk pimpinan UMI agar tetap terjaga kesehatannya, para pendahulu UMI, pandemic Covid-19 agar segera berlalu, hingga teruntuk korban bencana Masamba Luwu Utara.

Usai berdoa, Rektor UMI Prof. Dr. H . Basri Modding, S.E, M.Si dipersilahkan menyampaikan sambutannya. Menurutnya doa dan zikir merupakan budaya UMI.

“Jadi kita selalu mengupayakan setiap jumat untuk berdoa berjamaah. Kita senantiasa berdoa karena kita tidak memiliki kekuatan, sebab yang memiliki kekuatan dan kekuasaan hanyalah Allah SWT. Allah memberi kekuasaan dan kekuatan yang ia kehendaki,” ungkap Prof Basri Modding.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramli menegaskan, kekuatan UMI agar tetap bertahan dan kuat sampai saat ini tidak lain adalah bersumber dari kekuatan jamaah. Semua orang di UMI mulai dari jabatan tertinggi di yayasan dan Rektorat hingga cleaning service memiliki fungsi dan peran masing-masing dan bernilai sama di mata Allah SWT.

“Di setiap doa kita juga. Kita bersyukur UMI selalu diadakan dzikir. Dzikir itu mampu membersihkan hati. UMI saya ibaratkan sebuah kapal yang semakin jauh perjalananannya di tengah lautan, tantangan dan gelombang yang dihadapi tentu akan semakin besar pula,” tutur Prof Mansyur Ramli.

“Bagaimana kita mampu menghadapi itu, saya selalu mengingatkan bahwa kekuatan di UMI adalah konsep jamaah. Saya dimanapun saya selalu sampaikan untuk senantiasa dan harus kita jaga konsep jamaah,” tutupnya.

(HUMAS)