Kajian Hadis tentang Sujud Sahwi berlangsung di Masjid Umar Bin Khattab Kampus 2 UMI (3/5). Hadir Ketua LPDKI UMI Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA, para wakil Dekan IV, sejumlah dosen dan mahasiswa. Kajian Hadis dibawakan oleh Dr.H.M.Thahir Bandu,MA

Ustaz Thahir Bandu menyatakan bahwa Nabi pernah shalat dhuhur hanya 2 rakaat kemudian salam. Setelah Nabi keluar dari masjid baru ada yang sampaikan kepada beliau bahwa jumlah rakaat shalatnya tadi kurang, maka Nabi dan shahabat kembali lagi ke masjid dan menyambung shalatnya 2 rakaat  kemudian diakhiri dengan sujud sahwi.

Dikatakan pula Nabi Muhammad juga pernah shalat Ashar 5 rakaat, kemudian ditegur oleh shahabat dengan ucapan subhaanallah, maka Nabi langsung sujud sahwi, jelasnya. Sujud sahwi merupakan pernyataan pengakuan manusia yang suka lupa di hadapan Allah SWT.

Selain itu Nabi pernah bersabda yang artinya “Jika anda ragu terhadap jumlah rakaat shalat, apakah 3 atau 2 maka yakini saja 2 rakaat dan bisa ditambah lagi 2 rakaat kemudian akhiri dengan sujud sahwi,” urainya.

Ditambahkan pula bahwa faham Imam Malik sujud sahwi setelah salam, sedangkan sujud sahwi sebelum salam merupakan faham Imam Syafi’I.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!