englis-meeting

Kajian Hadis tentang boleh tidaknya makan-minum di rumah orang yang meninggal berlangsung di masjid Umar Bin Khattab Kampus 2 UMI Jl. Urip Sumiharjo Km.05 Makassar (19/1). Hadir Wakil Rektor 5 UMI Dr.H.M.Arfah Shidiq,MA, Ketua Lembaga Pengambangan Dakwah dan Kampus Islami (LPDKI) Dr.H.M.Ishaq Samad,MA, para Wakil Dekan IV UMI, sejumlah dosen dan mahasiswa UMI. Pemateri Dr.H.M.Thahir Bandu, MA (Kepala Bidang Dakwah,Fatwa dan Masjid LPDKI UMI).

Menurut Dr.H.M.Tahir Bandu, MA, Makan dan minum di rumah orang meninggal tidak apa-apa, karena Nabi Muhammad Saw pernah mencontohkan, seperti yang dikutip dari Hadis Abu Dawud dan Al-Baihaqi dalam Dalaailun Nubuwah. Dikemukakan dalam Hadis tersebut bahwa Nabi Muhammad Saw pernah dipanggil oleh seorang keluarga orang meninggal. Kemudian Nabi bersama sahabat datang ke rumah orang tersebut dan setibanya disana  dihidangkan  makanan dan minuman, kemudian Nabi dan sahabat ikut makan dan minum di tempat orang mati tersebut.

Mengenai boleh tidaknya makan dan minum di rumah orang mati, menurut Dr.H.M.Arfah Shiddiq,MA ” pernyataan semacam itu juga pernah dikemukakan AGH. Muhammad Ahmad (Ketua MUI Makassar) saat memberikan ceramah Ta’ziah di rumah almarhumah Hj.Fadeli Luran di Makassar. Menurutnya “Makan dan minum boleh di rumah orang mati sepanjang tidak membebani keluarga yang berduka”, urainya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!