Kajian Hadis Sunan Turmizi berlangsung di Masjid Umar Bin Khattab Kampus 2 UMI (15/3). Hadir Dekan Fakultas Agama Islam Drs.H.M.Hasibuddin,MA, Ketua LPDKI UMI Dr.H.M.Ishaq Samad,MA, para Wakil Dekan IV, sejumlah dosen dan mahasiswa UMI. Pembawa materi Dr.H.M.Thahir Bandu,MA.

Menurut M.Thahir, “Siapapun perempuan yang dinikahi tanpa diketahui oleh Wali, maka nikahnya tidak sah, sehingga jika ia mau berhubungan seksual seperti suami istri suami, maka ia harus bayar mahar,” urainya.

Dikatakan pula bahwa siapa yang menikahkan anak perempuan sebagai walinya? Apakah ayahnya, saduara laki-lakinya atau siapa? Jika terjadi perselisihan siapa yang menjadi wali, Nabi memerintahkan yg menikahkan adalah imam/wali hakim agama. Namun wanita yang tidak direstui oleh walinya, tidak boleh menikah, namun jika harus terpaksa menikah dan takut berzina, maka bisa dinikahkan oleh Wali Hakim. Ada pendapat yang membenarkan jika janda bisa menikahkan dirinya tanpa wali. Namun pendapat ini tidak didukung oleh Jumhur Ulama.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!