April 7, 2012 222 Views

Kajian Hadis Turmuzi tentang Saudara Susuan

Kajian Hadis Turmuzi tentang Saudara Susuan berlangsung di masjid kampus 2 UMI (5/4). Pembicara Dr.H.M.Thahir Bandu,MA. Hadir Ketua LPDKI Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA, para wakil dekan IV UMI, sejumlah dosen dan mahasiswa (I) UMI.

Menurut H.Tahir Bandu, “Salah satu yang haram dinikahi adalah saudara sesusuan. Misalnya ada sepupu anak yang menyusu pada ibunya, maka orang yang sesusuan itu tidak boleh dinikahkan karena pernah sesusuan. Pada jaman nabi pernah ada suami istri (pasutri) yang ketika kecil pernah sesusuan, sehingga Nabi meminta pasutri tersebut untuk bercerai. Memang pada masa Nabi, ada ibu-ibu yang mencari anak susuan, sehingga sering ada orang yang sesusuan tapi lain ibu”, urainya.

Lanjut dikatakan bahwa jika ada bayi orang lain yang pernah menyusu  pada istri anda, maka anak anda tidak boleh menikahi anak yang menyusu tersebut kelak setelah dewasa, karena ini haram hukumnya menurut Islam.

(Humas UMI)

Previous Pembinaan Majelis Taklim Ukhuwah UMI
Next Tim Asesor BAN-PT Tinjau Prodi D-3 Kebidanan FKM UMI

You might also like

Dekan & Wakil Dekan dalam Lingkup UMI Dilantik

UMI Makassar – Hari ini UMI melantik pejabat wakil dekan dalam lingkup Yayasan Wakaf UMI (YW-UMI) (6/1). Hadir ketua YW UMI H.M. Mokhtar Noer Jaya, Rektor UMI Prof.Dr.Hj. Masrurah Mokhtar,

MOU UMI dengan POLDA Sulawesi Selatan

UMI adalah PTS yang sangat terkenal di Indonesia dan aset negara dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Hal ini disampaikan Kapolda Sulsel Drs.H.Johny Wainal Usman,MM dalam acara penandatangan

Fakultas Agama Islam UMI – UPM Inisiasi Kerjasama ‘International Lecturing’

UMI Makassar – UMI inisiasi kerjasama dengan Universitas Putra Malaysia ( UPM) di ruang Meeting Rektor UMI kampus 2 Jl.Urip Sumoharjo Km.05 Makassar (19/2). Hadir Rektor UMI Prof.Dr.Hj.Masrurah Mokhtar, MA,