Kajian Hadis Ahkam dari Kitab Sunan At Turmuzy berlangsung di Masjid Umar Bin Khattab Kampus 2 UMI (7/2) oleh Dr.H.M.Thahir Bandu,MA membahas “Penggunaan Bejana Orang Musyrik”. Hadir sejumlah dosen dan mahasiswa UMI.

Ustaz Thahir Bandu mengatakan, ‘bolehkah menggunakan alat masak/alat makan orang musyrik?’ Jawabnya menurut Rasulullah boleh, tetapi alat tersebut harus dibersihkan dulu. Apalagi jika alat masak tersebut pernah digunakan untuk memasak babi.

‘Maka bersihkanlah periuk tersebut sampai tidak ada sisa makanan pada alat masak tersebut.Tidak perlu mencuci seperti mencuci najis dari jilatan anjing,’ tegasnya.

Selain itu, Nabi mengingatkan jika ada alat lain yang bisa dipakai, maka lebih baik memakai alat tersebut. Namun jika tidak ada alat lain, maka bersihkanlah sebelum digunakan. Apalagi barang-barang mereka biasanya sangat bersih. Contohnya umat lain di Singapura, sangat bersih semua alat-alat masaknya ataupun alat makan/minumnya begitu bersih. Demikian pula di dalam restoran disana, mereka lebih bersih daripada restoran umat Islam disini.

(Humas UMI)