Abstrak: Dalam memproduksi benih kerapu batik (Epinephelus microdon) yang siap tebar untuk budidaya masih mengalami masalah pada awal pemeliharaannya, karena masih tingginya mortalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ,perkembangan ‘morfologi, pemanfaatan cadangan makanan, perkembangan ukuran bukaan mulut, dan jenis makanan yang dikonsumsi larva. Mulut terbuka 49 jam setelah menetas. Larva mengambil rnakanan dari luar sebelum habis terserap kuning telurnya sekitar 5G52 jam setelah menetas, pada saat kuning telur tinggal 1,23 o/o dan butiran minyak 5,93 Vo. Ukuran bukaan mulut pada saat mulai terbuka yaitu 0,22*0,024 mm. Perkembangan ukuran bukan mulut bertambah dengan bertambahnya umur larva dengan :persamaan Y : 0,2335 e o’ro8ex (14,97). Rotifer mulai dimakan setelah berumur 3 sampai umur 25 setelah menetas, kopepoda rnulai dimakan umur 3 sampai umur 35 setelah menetas, artemia mulai dimakan setelah umur 15 sampai umur 35 setelah menetas, dan rebon mulai dimakan setelah umur 25 sampai umur 35 hari setelah menetas.

Kata Kunci : ,Onlogeny, Kerapu Balih Konsumsi, Pokan Alami

Penulis: Jayadi dan Ardiansyah

Artikel ini telah dipublikasikan pada Jurnal Aqua Hayati: Jurnal Biosains Perairan, Perikanan dan Kelautan, Volume 8 Nomor 2 April 2012.

Download [926.15 KB]

Artikel ini juga telah direview oleh reviewer internal Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Berikut hasil review dari reviewer internal:

Download [1.06 MB]

error: Content is protected !!