Makassar, umi.ac.id – Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) telah melakukan penyuluhan dan pendampingan pada kelompok tani siput sawah ”Berkah Ilahi” mengenai teknologi pasca panen (Postproduction) yaitu pasca panen (postharvest), pengolahan (processing) , pengemasan (packing house), pelabelan dan pemasaran dengan menggunakan aplokasi imooji di Desa Sanglepongan Kec. Curio Kab. Enrekang, pada 13 September 2019.

Kegiatan ini bentuk implemetasi dari program tri dharma perguruan tinggi melalui Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) yang diketuai oleh Dr. Ir. Kasmawati, MP. dan Anggota Dr. Ir. Hasrun, M.Si

Kasmawati yang merupakan Ketua PkM tersebut mengungkapkan bahwa Desa Sanglepongan merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Enrekang yang secara geografis terletak pada ketinggian 442 m dpl, wilayah pegunungan. Untuk memenuhi kebutuhan akan protein dari ikan maka masyarakat menggantungkan hidupnya pada perikanan air tawar salah satunya adalah Siput air tawar (Bellamya javanica).

Masalah yang dihadapi oleh masyarakat Sanglepongan atau kelompok tani “Berkah Ilahi” adalah belum mengetahui teknologi pasca panen sehingga kesulitan mempertahankan kesegaran siput untuk jangka waktu yang lama. Apalagi lokasi desa mitra yang berjarak 30 km dari pasar local sehingga pada saat dipasarkan siput mudah mengalami kemunduran mutu yang mengakibatkan nilai jual rendah, urainya.

Dalam kesempatan yang sama, Hasrun mengatakan dengan adanya pengolahan pasca panen maka pelaku usaha siput sawah “Berkah Ilahi” dapat mengurangi resiko kemunduran mutu siput dengan mempertahankan daya mutu dengan penggunaan es atau prosen (pembekuan) sehingga petani siput akan mampu meningkatkan nilai jual dan juga mampu mengontrol harga jual siput sawah. Penanganan pasca panen yang baik selain meningkatkan harga jual, akan mencegah kehilangan nutrisi bahan makanan, melindungi komoditas dari kerusakan, meningkatkan pelayanan dalam pemasaran dan menekan biaya transportasi dan biaya tataniaga sehingga pendapatan masyarakat dapat meningkat, tutupnya.

(HUMAS)