Kajian ayat ahkam berlangsung di Masjid Kampus 2 UMI (21/5) oleh Uztas H.Mujahid Abd.Jabbar,LC,MA. Hadir Ketua LPDKI UMI Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA, para wakil Dekan IV, sejumlah dosen dan mahasiswa UMI.

Uztas Mujahid menyampaikan tidak sah shalat seorang muslim jika tidak menghadapkan wajahnya ke kiblat, kecuali jika ia berada di atas kendaraan. Shalat di atas kendaraan sesuai arah kendaraan tersebut, sebagaimana pernah dipraktekkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dikatakan pula, para ulama sepakat dengan pendapat bahwa umat Islam yang shalat, wajib menghadapkan wajahnya ke ka’bah, terutama bagi yang menyaksikan ka’bah secara langsung di Mekah. Namun bagi yang tidak melihat ka’bah, seperti umat Islam di Indonesia hanya menghadapkan wajahnya ke arah kiblat. Hal ini dterangkan Allah di dalam Q.S.Al-Baqarah ayat 114 “Hadapkanlah wajahmu ke arah masjidil haram…”.

Nabi sangat mengagungkan ka’bah dengan Hadisnya yang sangat mutawatir (tidak diragukan keabsahannya).

“Dengan menghadapkan wajah ke ka’bah ketika shalat, maka umat Islam juga ikut menghargai keberadaan ka’bah, seperti Rasulullah juga sangat menghargainya.Oleh karena itu, jika umat Islam mendirikan shalat diwajibkan menghadapkan wajahnya ke arah kiblat,”  urainya.

(Humas UMI)