Keluarga besar UMI Makassar menggelar Halal bi Halal di Auditorium Al Jibra Kampus II UMI, Senin 27 Agustus 2012.

Rektor UMI Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar, MA dalam sambutannya mengatakan bahwa setelah kita melaksanakan puasa ramadhan, sepatutnya kita terus  meningkatkan kedisiplinan dan konsisten dalam melaksanakan tugas, serta ikhlas dalam membangun UMI ke depan.

“Kualitas ibadah kita jangan hanya di bulan ramadhan, tetapi harus terus ditingkatkan setelah ramadhan, sehingga kita senantiasa mendapatkan derajat taqwa,” tambahnya.

Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI H. M. Mokhtar Noer Jaya mengatakan bahwa halal bi halal ini merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang dilaksanakan setelah lebaran, dan tradisi ini tidak dijumpai di Negara-negara lain termasuk di Timur Tengah. Akan tetapi tradisi ini sangat baik karena kita saling bersilaturahmi dan saling memaafkan.

“Untuk  itu, pada kesempatan ini kami atas nama Pengurus yayasan Wakaf UMI meminta maaf kepada seluruh sivitas akademika UMI, karena sebagai pimpinan mungkin ada janji yang pernah diucapkan tetapi belum terealisasi, maka tempatnyalahpada kesempatan ini untuk saling memberi dan menerima maaf,” katanya.

Hikmah Halal bi halal disampaikan Prof Dr H. Mansyur Ramly Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI mengatakan  bahwa sebaiknya pimpinan yang harus meminta maaf terlebih dahulu, karena pimpinanlah yang banyak memberi janji tetapi mungkin belum diwujudkan, untuk itu para pimpinan harus berbesar hati meminta maaf terlebih dahulu.

Setelah bulan ramadhan ini kita harus memotivasi diri untuk meningkatkan ibadah dan selalu menjadi tauladan di dalam lingkungan dimana kita berada.

Setelah kita melaksanakan puasa di bulan ramadhan ini, maka seharusnya kita buang jauh-jauh sifat yang tidak terpuji , seperti saling curiga diantara kita, saling fitnah, karena sifat seperti akan meunculkan perpecahan dan keutuhan diantara kita.

“Sebagai keluarga besar UMI, mari kita rapatkan barisan dan perkuat ukhuwah islamiah atau jamaah  dalam lingkungan kita, karena tidak semua orang yang ada disekitar kita merasa senang melihat perkembangan yang telah dicapai oleh UMI saat ini,” ungkapnya.

Bagi sivitas akademika UMI sudah saatnya memiliki sifat kedewasaan dalam berfikir dan bertindak, karena UMI dari segi umur sudah sangat dewasa di usia 58 tahun, sehingga tingkah laku para sivitas akademikanya makin dewasa dan senantiasa  sabar dan tabah dalam menghadapi berbagai cobaan.

Halal bi halal ini dihadiri para pengurus Yayasan Wakaf UMI, pimpinan universitas, fakultas, lembaga, dosen dan karyawan UMI.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!