Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIkti) Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo Prof. Jasruddin memberikan sambutan dalam acara penutupan Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON MIPA) 2019 di Auditorium Al Jibra UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Senin (29/4/2019).
Dalam kesempatan itu, Prof Jasruddin menyinggung sejumlah perguruan tinggi baik negeri maupun swasta misalnya Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Di hadapan sejumlah pejabat pendidikan tinggi dan pemerintahan, salah satunya Kepala Sub Direktorat Penalaran dan Kreatifvitas Direktorat Kemahasiswaaan Kemenristekdikti Misbah Fikrianto dan WR III Unhas Prof. Arsunan, Prof Jasruddin mengungkapkan jika UMI dan Unhas saat ini sudah tidak ada bedanya.
Meski kata Prof. Jasruddin, UMI dari PTS dan Unhas dari PTN, namun dari segi kualitas pada dasarnya sudah sama. “Mungkin ada banyak di Unhas yang belum dimiliki UMI, tapi saya yakin dan percaya dalam beberapa hal Unhas juga masih membutuhkan UMI,” papar Alumni UNM ini.
Prof. Jasruddin menjelaskan, Unhas saat ini telah mapan sebagai kampus yang mandiri dengan beralih statusnya menjadi perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN). Dimana pengelolaan PT sudah tidak bisa diintervensi jauh oleh pemerintah.
“Nah sedangkan UMI sebagai kampus swasta namun telah dari dulu mandiri baik secara akademik maupun pengelolaan anggaran. Sehingga wajar menjadi kampus swasta terbaik di Indonesia Timur dan satu-satunya berakreditasi institusi ‘A’,” ungkap Prof Jasruddin.
Sehingga kata Prof. Jasruddin, UMI dan Unhas harus saling mengisi dalam urusan kerjasama di bidang akademik. “Sekali-kali lah kita senggol pak Arsunan (WR III Unhas) supaya saling membackup, begitu juga yang lainnya,” sebut Prof. Jasruddin sambil bercanda.

(HUMAS)