UMI Makassar – Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia (APTIKOM) Pusat, Prof Ir Zainal Arifin Hasibuan MLS PhD berharap mahasiswa dan lulusan Ilmu Komputer berkreasi dan berinovasi dengan memasukkan nilai kearifan lokal dalam bentuk digital Rabu (14/12/2016).

Hal tersebut bertujuan untuk menyampaikan nilai dan kearifan lokal tersebut kepada generasi muda atau generasi milenial yang lebih senang bermain dengan smartphone.

“Kita punya banyak kearifan lokal melalui cerita-cerita rakyat yang disampaikan oleh orangtua kita dulu tapi sudah kita mendiseminasikan hal tersebut kepada generasi milenial yang senag bermain smartphone,” kata Prof Zainal menantang mahasiswa dan sarjana Ilmu Komputer.

Dengan mendiseminasikan cerita rakyat tersebut dalam bentuk digital yang dapat diakses melalui smartphone diharapkan generasi milenial dapat membaca sehingga pesan-pesan moral yang terkandung didalamnya juga sampai.

“Cerita rakyat harusnya kita buat dalam bentuk digital atau filem pendek dengan model animasi seperti Upin dan Ipin agar generasi milenial tertarik untuk melihat dan pesannya pun sampai,” tutur Prof Zainal.

Untuk itu perguruan tinggi harus menyediakan sertifikat kompetensi sebagai surat pendamping ijazah kepada para alumninya sehingga saat selesai mereka memiliki ijazah dan sertifikat kompetensi.

“Ini masih dalam tahap sosialisasi sehingga kita berharap kesadaran dari perguruan tinggi dan perusahaan agar tidak menerima lulusan ilmu komputer yang tidak memiliki sertifikat kompetensi,” ungkap Prof Zainal.

Pada kesempatan tersebut, Prof Zainal juga melantik pengurus APTIKOM Sulsel di Auditorium Al -Jibra, Universitas Muslim Indonesia.

Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan tahunan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) dengan tema tantangan para lulusan informatika di era globalisasi.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!