Pengembangan pendidikan saat ini harus menuju pada daya sasaran yaitu peningkatan kompetensi dan pengembangan  nilai-nilai moral. Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Prof. Dr. H Jasruddin, MSi saat membawakan materi dihadapan mahasiswa baru UMI peserta pesantren kilat angkatan IV di Pesantren Darul Mukhlisin UMI Padanglampe (1/9).

Hadir mendampingi Wakil Rektor V Bidang Kerjasama Prof. Dr H Hattah Fattah dan Dekan Fakultas Sastra UMI Prof Dr H Basri Dalle sebagai moderator.

Prof Jasruddin menambahkan untuk membangun kultur akademik menjadi universitas unggulan harus memiliki kemandirian, modal insani berkualitas, infrastruktur berkualitas, program berkualitas, dan akuntabilitas.

Mahasiswa UMI sudah memiliki nilai-nilai moral, karena dari awal mereka masuk di UMI sudah disambut dengan kegiatan pesantren kilat selama 3 hari dua malam, kemudian dilanjutkan dengan pencerahan qalbu selama sebulan di pesantren Darul Mukhlisin UMI. Inti kegiatan tersebut adalah menanamkan nilai-nilai moral kepada mahasiswa UMI.

“Mahasiswa UMI yang pulang dari pesatren sudah mencerminkan nilai-nilai keislaman dan nilai-niiai moral pada dirinya. Sekarang ini kecerdasan dengan IPK tinggi belum menjamin seseorang bisa sukses, tetapi harus memiliki perpaduan sikap, keterampilan dan pengetahuan untuk menghasilkan produk,” ujarnya.

Mahasiswa harus meningkatkan motivasi hidup dengan kreativitas tinggi, membangun dan produksi ide, bukan bersaing kepandaian nilai atau ranking tapi persandingan (kolaborasi), kekuatan pribadi untuk berperan dan perform, strong motivation far live dan berjiwa enterpreneur.

“Berbahagialah sebagai mahasiswa UMI, karena UMI masuk dalam 100 perguruan tinggi terbaik di Indonesia, berada pada perguruan tinggi yang unggul maka alumni yang dihasilkan UMI sudah memiliki daya saing, dan jangan takut bersaing,” tandasnya.

(Humas UMI)