Makassar, umi.ac.id – Kepulangan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya (LP2S) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof. Dr. Syahnur Said, M.Si menyisahkan kesedihan bagi banyak orang.

Tidak hanya bagi UMI, namun deretan tokoh penting lintas lembaga mengaku sangat kehilangan dan tidak henti-hentinya mengirimkan doa untuk Almarhum Prof Syahnur Said.

Almarhum diketahui berpulang setelah melawan sakit beberapa waktu. Prof Syahnur dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (15/1/2021) sekitar pukul 02.00 WITA, dini hari di salah satu Rumah Sakit Makassar.

Kebaikan dan pesan positif Prof Syahnur Said banyak dikenang oleh orang. Ini terbukti dari kehadiran lintas tokoh pada Malam Taziah yang berlangsung secara virtual, Sabtu (16/1/2021).

Ta’ziah sekaligus tahlilan ini diawali dengan dzikir dan doa bersama bagi Almarhum Prof Syahnur Said.

Sederet tokoh itu diantaranya, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Prof. Dr. H Jasruddin Daud, sekretaris LLdikti, Lukman.MM., Mantan Rektor UNM Aris Munandar, Pengurus LLDikti Wilayah XI Banjarmasin Dr. M Akbar, dan masih banyak lagi. Ketua STIE Nobel Indonesia Mazhur Razak. Mereka satu persatu menyampaikan testimoninya perihal kebaikan Almarhum.

Dalam kesempatan itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. H. Mansyur Ramli, S.E, M.Si mengungkapkan, Prof Syahnur Said dikenal sebagai sosok yang perfek dalam segala sesuatu, apalagi dalam mengerjakan tugas.

“Berbagai jabatan yang diemban oleh beliau, selalu dikerjakan secara perfek dan tidak menginginkan ada sesuatu yang masih kurang. Itu dilakukan semenjak menjadi Wakil Rektor I UMI hingga menjabat Ketua LP2S UMI,” papar Prof Mansyur Ramli.

“Juga sejak dari masih mahasiswa, saya masih sempat ajar beliau. Saya tahu betul siapa beliau apalagi soal kedisiplinan. Itu juga terlihat dalam kinerjanya di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT),” sambung Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini.

Sementara itu, Rektor UMI Prof. Dr. H Basri Modding, S.E, M.Si menyampaikan, sebagai Rektor, ia sangat memahami sosok Prof Syahnur Said. Ia mengaku kagum terhadap kedisiplinannya.

“Kita sangat menyayangi beliau, namun kita tidak memiliki daya apapun karena Allah SWT lebih menyayangi beliau. Semenjak beliau kuliah di UGM dan saya menjalani kuliah pencangkokan, saya melihatnya sebagai orang yang sangat disiplin,” tutur Prof Basri Modding.

Di kesempatan ini pula, Wakil Ketua Yayasan Bidang Pendidikan Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj, Masrurah Mokhtar membacakan puisinya untuk almarhum. Puisi itu dituliskannya sebagai bentuk cinta dan ucapan terima kasih atas segala jasa Prof Syahnur Said bagi UMI.

(HUMAS)