Kultum (Kuliah Tujuh Menit) berlangsung di Masjid Kampus 2 UMI oleh Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof.Dr.KH.Mansyur Ramly (6/8). Hadir Wakil Rektor (WR) III UMI Prof.Dr.H.Achmad Gani, WR V UMI Dr.H.M.Arfah Shiddiq,MA, Ketua LPDKI UMI Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA, para Wakil Dekan, sejumlah dosen dan karyawan serta mahasiswa UMI.

Dalam kultumnya, Prof.Mansyur menyerukan untuk merombak kebiasaan lama dengan melakukan perubahan, misalnya meramaikan masjid, khatam al-Qur’an, dst. Dikatakan pula al-Qur’an merupakan pedoman hidup dan sumber inspirasi.

“Puasa juga dapat melatih kita untuk merombak kebiasaan-kebiasaan buruk, karena hari ini harus lebih baik dari hari kemarin,” jelasnya.

Untuk itu, sivitas akademika UMI diajak agar mendahulukan kebersamaan dan kajian-kajian keislaman serta tetap selalu dilakukan bahkan ditingkatkan, bukan hanya di bulan Suci Ramadhan tetapi juga di luar bulan puasa. Selain itu, tadarrus al-Qur’an harus diiringi dengan kajian dan pendalaman terhadap ajaran dan kandungan al-Qur’an.

Untuk itu, diperlukan perubahan yang mendasar, terutama kualitas ibadah kita harus lebih baik dari sebelumnya. Misalnya, kalau selama ini hanya tadarrus al-Qur’an, maka puasa kali ini sebaiknya berusaha memahami kandungan al-Qur’an.

“Merugilah orang yang amal ibadahnya sama saja dengan tahun lalu,” tambahnya.

Oleh karena itu, marilah mengubah ke arah kebiasaan-kebiasaan yang lebih baik, tadarrus al-Qur’an dan memahami maknanya, serta shalat jamaah lebih banyak di masjid, dan amalan-amalan baik lainnya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!