Kehadiran tim Kemanusiaan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) di Sulawesi Tengah tak hanya membantu anak-anak korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Sigi dan Donggala dari rasa trauma atau atau melakukan trauma healing, Kamis, 25 Oktober 2018.

Tim yang beranggotakan 10 orang dipimpin langsung Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FKM UMI, Dr. Andi Surahman Batara, S.KM., M.Kes juga menyalurkan bantuan logistik dan obat-obatan untuk korban gempa. Salah satu perhatian timnya yakni belum tersedianya fasilitas sanitasi seperti WC umum.

Jumat, 26 Oktober 2018, tim ini menyalurkan bantuan logistik dan obat-obatan untuk warga Loro Tatari di Posko Kamanjidolo, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

“Disini jumlah pengungsinya cukup banyak, yakni 74 kepala keluarga. Mereka bertahan dengan segala keterbatasan,” ungkapnya.

Sebelumnya, gempa dengan kekuatan 7,7 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Gempa ini menimbulkan tsunami yang menerjang Palu.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam penjelasannya mengungkapkan, 2.113 korban meninggal tersebut terbanyak berasal dari Kota Palu.

Dari 2.113 orang korban meninggal dunia, sudah termasuk 1 orang warga Korea Selatan yang meninggal dunia di reruntuhan Hotel Roa-Roa Kota Palu. Selain itu, ada 223.751 orang mengungsi di 122 titik.

(Humas UMI)