UMI Makassar – Konferensi Internasional tentang Aqidah dan Pemikiran Islam kerjasama Fakultas Agama Islam UMI dengan sejumlah Universitas Malaysia berlangsung di Hotel Aryaduta Makassar (28/5). Hadir Rektor UMI diwakili Wakil Rektor IV UMI Drs.KH.M.Zein Irwanto, S, M.A, Dekan Fakultas Agama Islam UMI Drs.HM.Hasibuddin, SS, M.A, Timbalan Rektor College University Antar Bangsa Selangor Malaysia, Dr.Syukri Abdurrahman, Keynote Speaker Dr.Muhammad Sabri, M.A, dan Tuan Guru Dr.Jahid Bin Shadek, sejumlah nara sumber, dan  ratusan peserta konferensi.

Dekan FAI UMI Drs. HM.Hasibuddin, MA menyatakan kerjasama ini dalam rangka pengembangan pemikiran Islam dan aqidah. Diharapkan ke depan kerjasama semakin erat, dan jika memungkinkan tim FAI UMI juga dapat berkunjung ke Selangor Malaysia.

kolej agama2

Sementara itu, Rektor UMI, diwakili KH.M.Zein Irwanto, S, M.A menyatakan tujuan kegiatan ini sebagai ajang silaturrahmi, dan silatul ilmi, insya Allah ke depan bisa menggagas kegiatan yang lebih besar dalam berbagai bidang kerjasama.

Wakil Rektor bidang Akademik dan Penyelidikan Kolej Universitas Islam Antar Bangsa Selangor Dr.Syukri Abdurrahman menyatakan aqidah dan pemikiran saling berkait satu sama lain dan memiliki peranan yang berbeda, khususnya dalam pengembangan masyarakat. Aqidah menyatakan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Kesepaduan aqidah dan pemikiran menjadi pembela dari berbagai faham radikalisme, kapitalisme, individualisme, dan sebagainya. Dikatakannya secara tidak langsung seminar ini untuk menjalin hubungan diantara antar bangsa, khususnya Malaysia dan Indonesia. Selain itu juga antara UMI dengan KUIS (Kolej University Islam Malaysia) lebih erat hubungannya dengan adanya MOU yang ditanda tangani hari ini dan berharap akan dilaksanakan kegiatan lebih besar di masa mendatang serta akan mengembangkan persaudaraan kedua belah pihak.

Salah satu narasumber adalah Ketua LPDKI UMI Dr.HM.Ishaq Shamad, M.A dengan makalah berjudul “Post-Modirnisme dan Dakwah”. Ia menjelaskan era sekarang ini adalah era baru yang tidak lagi mementingkan individualisme, kapitalisme tetapi lebih kepada pluralisme dan kerjasama berbagai pihak. Oleh karena itu, pelaksanaan dakwah juga dapat menjangkau berbagai belahan dunia dengan menjalin kerjasama antar bangsa. Selain itu, masyarakat semakin dimanjakan dengan program TV yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Sejumlah pembicara lainnya juga tampil, termasuk keyenote speaker Dr.Tuan Guru Jahid bin Shadek dari Malaysia dan Dr.Muh.Sabri, M.A dari UIN Alauddin Makassar. Keduanya membahas masalah aqidah, filsafat dan tasawuf.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!