Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) memilih tetap melanjutkan proses pembelajaran lewat system daring alias virtual pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 yang resmi dimulai pada 11 Pebruari 2021 mendatang.

Hal ini tertuang dalam surat keputusan Rektor UMI bernomor 268/H.25/UMI/XII/2020 tentang Pelaksanaan Perkuliahan Pada Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang terbit pada 28 Desember 2020/13 Jumaidil 1442 Hijriah.

Surat keputusan yang ditandatangani langsung oleh Rektor UMI Prof. Dr. H. Basri Modding, S.E, M.Si ini bertujuan untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan tetap memastikan proses akademik di UMI tetap berjalan normal tanpa ada hambatan.

Dalam keputusan itu, Prof Basri Modding mengungkapkan bahwa proses perkuliahan yang berlangsung lewat daring dilakukan berbasis Learning Management Sistem (LMS) melalui laman resmi UMI kalam.umi.ac.id.

“Situasi saat ini Covid-19 masih sangat beresiko di Indonesia, khususnya di Kota Makassar, sehingga dengan tetap patuh terhadap himbauan pemerintah, UMI memilih untuk tetap menajalankan proses akademik secara virtual lewat kalam.umi.ac.id,” ungkap Prof Basri Modding di Menara UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Selasa (29/12/2020).

Surat keputusan yang memiliki 15 poin tersebut didasarkan berbagai rujukan regulasi yang dimulai dari Perpres Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 178, ditambah sederet peraturan menteri, dan sejumlah aturan penguatan lainnya.

Berikut lima belas poin dalam surat keputusan Rektor UMI terkait perkuliahan semester genap 2020/2021 akan datang :

  1. Perkuliahan Semester Genap 2020/2021 dimulai pada tanggal 11 Februari 2021 sesuai dengan Kalender Akademik UMI Tahun Ajaran 2020/2021 dilaksanakan secara Daring berbasis Learning Management System yang diakses melalui kalam.umi.ac.id.
  2. Pimpinan Fakultas dan Unit serta Direktur Program Pascasarjana mengevaluasi dan melaporkan secara berkala efektivitas dan pencapaian mutu pelaksanaan Pembelajaran Daring.
  3. Pimpinan Fakultas dan Unit serta Program Pascasarjana, tenaga kependidikan, Petugas Keamanan Kampus serta Petugas Kebersihan (cleaning service) tetap menjalankan tugas sebagai mana mestinya dimulai dari jam 08.00 sampai dengan 16.00 WITA dan senantiasa mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19.
  4. Pimpinan Fakultas dan Unit serta Direktur Program Pascasarjana, Petugas Keamanan Kampus, Petugas Kebersihan (cleaning service), pengunjung, dan tamu wajib mentaati Protokol Covid-19 diantaranya menggunakan masker standar/masker bedah yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu, cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer), menjaga jarak minimal 1,5 (satu koma lima) meter, dan menerapkan etika batuk/bersin.
  5. Masing-masing Fakultas dan Unit serta Program Pascasarjana secara rutin melakukan pembersihan dan disinfeksi antara lain pada lantai, pegangan tangga, meja dan kursi, pegangan pintu, toilet, sarana CTPS dengan air mengalir, alat peraga/edukasi, komputer dan papan tik, alat pendukung pembelajaran, tombol lift, ventilasi buatan atau AC, dan fasilitas lainnya.
  6. Pimpinan Fakultas dan Unit serta Program Pascasarjana melakukan pemantauan terhadap kepatuhan penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 serta kejadian gejala umum seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak nafas, sakit kepala, mual/muntah, diare, ruam kulit, anosmia (hilangnya kemampuan indra penciuman), atau ageusia (hilangnya kemampuan indra perasa) secara berkala.
  7. Pimpinan Fakultas dan Unit serta Program Pascasarjana membatasi aktivitas yang memungkinkan interaksi dengan pihak luar dan hanya menerima pengunjung atau tamu di ruang khusus penerimaan melalui Protokol Kesehatan Covid-19.
  8. Orang yang terkonfirmasi positif atau memiliki riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri selama 14 (empat betas) hari dilarang memasuki Kampus UMI dan Gedung Menara UMI.
  9. Mahasiswa, pengurus Lembaga, dan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) DILARANG memasuki Kampus UMI dan Gedung Menara UMI
  10. Pelayanan kepada mahasiswa pada dasarnya hanya dilakukan secara daring. Dalam hal yang sangat penting dan sangat mendesak, pelayanan tatap muka selama hari kerja di Kampus II UMI dapat dilakukan secara terbatas dalam jumlah orang dan waktu setelah mendapat persetujuan tertulis dari pimpinan Fakultas dan Unit dalam bentuk Surat Persetujuan. Surat Persetujuan Pimpinan Fakultas dan Unit tersebut melampirkan nama dan Nomor Stambuk mahasiswa yang dimaksud dan disampaikan kepada Biro Kemahasiswaan paling lambat sehari sebelum waktu pelaksanaan pelayanan. Dalam hal memastikan kesesuaian mahasiswa yang dimaksud, pihak Fakultas dan Unit melalui dosen atau tenaga kependidikan berkoordinasi dengan Biro Kemahasiswaan sebelum pelaksanaan. Pelayanan diberikan setelah yang bersangkutan mendapat persetujuan tertulis, mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19 sebagaimana dimaksud pada butir KEEMPAT dan berakhir paling lambat jam 15.00 WITA.
  11. Mahasiswa dilarang melakukan kegiatan ekstrakurikuler, olahraga/kesenian, diskusi kelompok, rapat, dan kegiatan-kegiatan lainnya di dalam Kampus UMI yang menyebabkan terjadinya kerumunan.
  12. Mahasiswa yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pelayanan secara tatap muka sebagaimana dimaksud pada butir kesepuluh, wajib mendapatkan persetujuan tertulis dari orang tua/wali
  13. Pedagang kaki lima, kantin, dan warung dilarang beroperasi di dalam Kampus UMI
  14. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan akan ditinjau dan diperbaiki sebagaimana mestinya, apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya.
  15. Keputusan ini disampaikan untuk diketahui clan dilaksanakan.

(HUMAS)