UMI mempunyai wawasan internasional sangat perlu.

Kalau Universitas-universitas di Amerika, dominan merujuk secara komersil, dimana memfokuskan untuk melakukan pendekatan dengan turis (warga luar amerika). Bahkan, di Cina, juga menggenjot program pertukran pelahjar disejumlah negara.

“Kalau bisa UMI bisa melakukan hal serupa dengan melakukan program pertukaran pelajar, baik di Amerika, Australia, Cina, dan lain sebagainya,”katanya.

Pandangan secara globalisasi, dimana pemuda-pemudanya, mulai bergantung pada globalisasi, misalnnya pemuda di Cina, India, Brasil menganggap globalisasi positif dan bermafaat. Sedangkan di Amerika tidak merasa globalisasi menguntungkan. Di Cina, dominan mendatangkan orang luar dan mengeluarkan masyarakatnya, sedangkan di Indonesia, lebih banyak keluar tetapi tidak mendatangkan orang luar.

“Nasionalisme yang tinggi, serta melihat dunia sebagai sapi perahan,” katanya.

Disamping itu, rektor UMI Makassar  Prof. Dr. Hj. Masrurah Mukhtar, MA mengatakan, kita memerlukan berbagai informasi, jadi kemarin kita hadirkan ketua DPR-RI dalam kuliah umum, dan sekarang hadir Dr. Dino dalam kuliah umum, kamis (6/3).

“Karena saya yakin diantara mereka pasti ada informasi yang penting yang mungkin dapat disampaikan pada mahasiswa dan tentunya kita senantiasa kerjasama dalam meningkatkan kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM), baik mahasiswa maupun dosen dan karywanan,” tegasnya.

Jadi kita berusaha untuk memaksimalkan peluang yang ada dengan jalan memanfaatkan tenaga mereka dengan memberikan kuliah ,apalagi Dino sebagai mantan dubes untuk Amerika Serikat,sehingga banyak hal yang perlu mahasiswa ketahui yang tentu tidak didapatkan selama ini dalam kampus.

“Kesempatan kuliah umum terbuka untuk siapa saja akan berikan, karena memang penting, mahasiswa mendapatkan informasi dari berbagai pihak kalangan,” kuncinya.

(Humas UMI)