pasca

Kuliah Umum Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Islam Kemenag RI, diwakili Dr.H.M. Zein, MA di Program Pascasarjana UMI Pengkajian Islam di Aula PPS UMI Jl.Urip Sumiharjo Makassar (14/1). Hadir Direktur Pascasarjana UMI Prof.Dr.H.Basri Modding,MSi, Ketua Program Pengkajian Islam PPS-UMI Dr.H.M.Arief Halim,MA, Dekan Fak.Agama Islam UMI Drs. H.M.Hasibuddin,SS,MA, Ketua Lembaga Pengembangan Dakwah dan Kampus Islami UMI Dr.H.M.Ishaq Samad,MA, Sejumlah dosen agama Islam dan seratusan mahasiswa PPS UMI. Acara dipandu Drs.H.M.Hasibuddin, MA.

Tema kuliah umum “Pendidikan Islam Kontemporer”. Dr.H.Muh.Zein,MA mengatakan “Berbagai pengkajian Islam di beberapa negara Islam seperti Yaman cenderung keras seperti di Ma’had Darul Hadith. Ada beberapa anggotanya berasal dari Pinrang Sulsel, antara lain Abu Fairuz, dll.” Mereka mengharamkan modernisasi , seperti penggunaan tustel, dsb”. Untuk itu ditekankan agar anak-anak umat Islam Indonesia belajar Islam dengan baik. Dikatakan pula di Yaman Hadramaut umat Islam masih miskin, sehingga Syekh-Syekh di sana ikhlas mengajar sampai umur 80 tahun. Namun yang banyak diajarkan tentang jihad garis keras”,urainya.

“Kita perlu diskusi dengan garis keras, dan diharapkan Pascasarjana UMI mampu mengarahkan mereka”. Dikatakan pula di Hadramaut senjatanya 60 juta dengan penduduk hanya 6 juta. Mereka berprinsif “tidak pernah berhenti berperang”.

Dr. Zein mengatakan “perlu lebih banyak lagi kajian-kajian yang lebih konprehensif tentang pemikiran Islam kontemporer”, harapnya.

(Humas UMI)