UMI Makassar – Kultum tentang Islamisasi Ilmu Pengetahuan berlangsung di Masjid Umar Bin Khattab Kampus 2 UMI (17/2) oleh Dr.Ir. H.Amir Tjoneng, M.Si. Hadir Wakil Rektor IV UMI Drs.KH.M.Zein Irwanto, S, M.A, Ketua LPDKI UMI Dr.HM.Ishaq Shamad, M.A, sejumlah dosen, karyawan, dan mahasiswa UMI.

Dr.Ir.Amir Tjoneng menyatakan sangat penting melakukan Islamisasi Ilmu pengetahuan dengan mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang digeluti. Sains Islami tidak akan dapat diperoleh kecuali dari intelek yang bersifat Ilahiyah dan bukan akal manusia. Kedudukan intelek adalah di hati, bukan di kepala, karena akal tidak lebih dari pantulan ruhaniyah. Selama hierarki pengetahuan tetap dipertahankan dan tidak terganggu dalam Islam dan sains terus dibina. Beberapa pembatasan di bidang fisik dapat diterima guna mempertahankan kebebasan pengembangan dan keinsafan di bidang ruhani.

“Ilmu pengetahuan harus menjadi alat untuk mengakses yang sakral dan ilmu pengetahuan sakral tetap sebagai jalan kesatuan utama dengan realitas, dimana kebenaran dan kebahagiaan disatukan,” ujarnya.

Untuk mewujudkan sains Islami, perlu menggunakan perbandingan dengan apa yang telah diraih Islam pada zaman keemasannya (zaman pertengahan). Menurutnya, pada saat itu dengan teologi yang mendominasi sains, sains telah memperoleh kecerahan dan dapat menyelamatkan umat dari sifat destruktif sains.

Ketua LPDKI UMI Dr.HM.Ishaq Shamad, M.A menyatakan Kultum di masjid kampus 2 UMI berlangsung setiap hari Senin sd Kamis sesudah shalat dhuhur dengan materi yang berbeda setiap harinya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!