Kultum tentang Puasa sebagai Pengendalian Diri oleh Ir.H.Lambang Basri, MT, Ph.D di Masjid Umar Bin Khattab Kampus 2 UMI (25/6). Hadir Ketua LPDKI UMI Dr.M.Ishaq Shamad, M.A, sejumlah dekan dan mahasiswa UMI.
Pakar transfortasi ini menjelaskan puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi mengandung makna menahan diri dari segala yang diharamkan, termasuk puasa Ramadhan sebagai wahana mendidik diri untuk menahan emosi. Sekedar ilustrasi, ada orang membawa gerobak di jalan berjalan dengan pelan dan membuat jalanan macet. Sebagian pengendara lainnya mengumpat dan mencaci maki orang tersebut. Namun bagi kita yang berpuasa harusnya bersabar dan memberi jalan orang tersebut. Setelah dilihat lebih dekat, ternyata ia berkebutuhan khusus.
puasa pengendalian diri
“Untuk itu jangan terlalu cepat menjudge seseorang ia jahat atau baik. Namun berusahalah mendalami lebih dalam tentang sesuatu sebelum memberi penilaian, termasuk terhadap kasus orang yang lamban di jalan tersebut,” jelasnya.
Sekretaris Yayasan Wakaf UMI ini mengajak agar menjadikan bulan puasa untuk mampu mengendalikan emosi. Karena umat Islam banyak yang mudah dibakar emosinya. Di bulan Ramadhan inilah kembali mengasah jiwa dan fikiran untuk berprilaku yang lebih baik dalam kehidupan ini, baik di dalam kampus maupun di luar kampus UMI.
(Humas UMI)
error: Content is protected !!