Kultum berlangsung di Masjid Umar Bin Khattab kampus 2 UMI (16/5)diikuti ratusan jamaah terdiri dari pimpinan, dosen dan mahasiswa (I) UMI. Kultum dibawakan oleh Ketua LPDKI UMI Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA membahas “Pentingnya Do’a”.

Menurut Ishaq, “Berdo’a kepada Allah, hendaknya tidak muluk-muluk, tetapi berdo’alah yang memang ada jalannya untuk mencapainya,” ungkapnya.

Dikatakan pula bahwa pentingnya do’a yang baik dapat diilustrasikan dengan cerita berikut; Seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah. Belum lagi datang para tamu menyantap makanan, tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu. Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu di atas makanan yang tersaji.Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya, sontak sang ibu marah dan berkata, “idzhab ja’alakallahu imaaman lilharamain,” Pergi kamu…! Biar kamu jadi imam di Haramain…!”

Dan SubhanAllah, kini anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di masjidil Haram Mekah. Ia adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjidil Haram yang nada tartilnya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia.

Pak Ishaq juga menambahkan bahwa dari kisah tersebut dapat dijadikan teladan, terutama bagi para ibu , calon ibu, ataupun orang tua dan dosen,  hendaklah selalu mendoakan kebaikan untuk anak-anak dan mahasiswanya. Bahkan meskipun ia dalam kondisi yang marah. Karena salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anak-anaknya.

“Sebagaimana dalam sebuah Hadis: “Janganlah kalian mendoakan (keburukan) untuk dirimu sendiri, begitupun untuk anak-anakmu, pembantumu,juga hartamu. Jangan pula mendoakan keburukan yang bisa jadi bertepatan dengan saat dimana Allah mengabulkan doa kalian…”(HR. Abu Dawud),” jelasnya.

(Humas UMI)