UMI Makassar – Laboratorium Mikrobiologi Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengadakan kuliah tamu bertajuk “Obat Anti Infeksi dari Tinjauan Farmakogenomik dan Farmakokinetik”, Minggu (20/10) di Auditorium Al Jibra UMI.

Kuliah umum tersebut menghadirkan dua pemateri yakni Dekan Fakultas Farmasi Unhas, Prof Dr Elly Wahyudin, DEA, Apt dengan materi Farmakokenetik Obat Anti Infeksi dan Dekan Fakultas Kedokteran Unhas, Prof Dr dr Irawan Yusuf, Phd dengan materi Application Of Pharmacogenomic to Clinic.

“Untuk menentukan dosis obat kita tidak hanya memperhatikan parameter farmakokenetia, tapi untuk antibiotik juga harus memperhatikan farmokodinamik untuk memperhitungkan ratio,” ujar Prof Elly dalam materinya.

Farmakokinetik meninjau berkaitan dengan cara kerja obat yakni bagaimana obat tersebut dengan konsentrasi berapa bisa mencapai efek maksimalnya. Serta dengan konsentrasi berapa bisa memberikan efek toksin (sifat racun).

Sementara, Prof Irawan dalam materinya mengatakan respon seseorang terhadap obat bisa bervariasi karena adanya pengaruh perbedaan genetik.

“Mengapa penting untuk dilaksanakannya metode pengobatan individual atau farmakogenomik, karena setiap etnik berbeda dalam merespon obat dan ini penting terlebih di Indonesia memiliki lebih dari 350 etnis yang berbeda-beda. Selain itu, kebanyakan obat diproduksi dan diuji coba di Amerika dan Eropa sehingga kemungkinan faktor genetiknya tidak cocok di semua negara,” jelasnya.

Kepala Labolatorium Mikrobiologi Farmasi UMI, Rusli, SSi, MSi, Apt mengatakan kuliah tamu tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Milad satu dekade Labolatorium Mikrobiologi Farmasi UMI yang puncaknya dilaksanakan pada 24 April 2014 mendatang.

Labolatorium mikrobiologi Farmasi UMI juga melakukan kualiti kontrol untuk produk farmasi berupa obat, makanan, kosmetik, serta obat tradisonal. Tak hanya itu, mahasiswa farmasi UMI juga memproduksi produk fermentasi seperti nata dari buah-buahan seperti semangka, pepaya, dan limbah-limbah produk makanan seperti tempe dan tahu.

“Di labotorium mikrobiologi berbagai aktivitas penelitian dan praktikum dilakukan mahasiswa maupun dosen berkaitan dengan mikroorganisme atau dikenal dengan kuman, bakteri, virus dan jamur. Kami juga melakukan penemuan antiobiotik,”kuncinya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!