Kajian Hadis tentang Larangan Membunuh Seorang Muslim (27/9) oleh Dr.H.M.Thahir Bandu,MA berlangsung di Masjid UMI Umar Bin Khattab Kampus II UMI. Hadir Wakil Rektor V UMI Dr.H.M.Arfah Shiddiq,MA, Ketua LPDKI UMI Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA, sejumlah dosen dan mahasiswa UMI.

Uztads Tahir Bandu menyatakan haram hukumnya membunuh seorang Muslim, kecuali 3 hal, yakni seorang suami atau istri yang berzina, maka ia dapat dibunuh dengan dirajam (dilempari batu) sampai meninggal. Dikatakan pula pada zaman Nabi, pernah seorang wanita hamil akibat berzina datang kepada Nabi minta dirajam, namun Nabi tidak membolehkan karena wanita itu dirajam sampai anaknya lahir dan bisa makan dengan mandiri. Selain itu, seorang muslim boleh dibunuh karena tidak sengaja membunuh.

“Muslim boleh dibunuh jika ia murtad (keluar dari Islam). Bahkan Nabi Muhammad saw bersabda jika seorang muslim dibunuh, maka akan hancur dan kacau dunia ini,” urainya.

Wakil Rektor V UMI Dr.H.M.Arfah Shiddiq,MA juga menanggapi dengan menghimbau agar sivitas akademika UMI tidak mudah terpancing sehingga mudah membunuh orang lain.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!