Lailatul Muhaasabah (malam introspeksi diri) berlangsung di Masjid Kampus 2 UMI (7/6) usai shalat Isya berjamaah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Kampus Islami UMI bekerjasama dengan Wakil Dekan IV UMI serta didukung oleh Harian Fajar, Harian Tribun Timur, Koran Upeks dan Harian Rakyat Sulsel.

Acara dihadiri sekitar 800-an mahasiswa-mahasiswi UMI. Hadir Wakil Rektor 5 UMI Dr.H.M.Arfah Shiddiq,MA, Ketua LPDKI Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA yang sekaligus memimpin muhaasabah dan zikir. Hadir pula Dekan Fakultas Farmasi Prof.Tajuddin Naid dan para wakil Dekan IV UMI.

“Baru kali ini ada kegiatan lailatul muhaasabah di UMI dan sangat bagus untuk melanjutkan Program Pencerahan Qalbu UMI,” ungkap Prof Tajuddin dalam sambutannya.

Diharapkan agar bisa dilakukan setiap malam jum’at untuk meningkatkan ketaqwaan dan memotivasi mahasiswa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, untuk meramaikan  masjid dalam mengembangkan UMI menuju kampus Islami.

Sementara itu WD 4 FKM Dr.H.Nukman,MA menyatakan bahwa kegiatan seperti ini  untuk membina iman dan taqwa mahasiswa. “Insya Allah yang akan datang lailatul muhaasabah bisa dilakukan sampai dhuha,” harapnya.

Dekan Fakultas Hukum yang diwakili WD1 menyatakan sangat mendukung program ini, bahkan ke depan perlu melibatkan seluruh dosen, staf dan mahasiswa. Karena kalau di rumah mungkin susah melaksanakan zikir dan shalat tasbih sendirian. “Harapan kita ini tindak lanjut dari Padanglampe, dan kelihatannya baru tahun ini ada tindak lanjut Pencerahan Qalbu UMI. Semoga ini bisa berjalan terus demi tegaknya syiar Islam di UMI,” harapnya.

Dr.H.M.Arfah Shiddiq,MA menyampaikan Lailatul Muhaasabah merupakan kegiatan pertama. Malam ini dilaunching sebagai upaya UMI melanjutkan Pencerahan Qalbu. “Semoga ini menjadi kegiatan rutin dan bisa melembaga sehingga program kampus Islami dapat terlaksana yang sudah 30 tahun lalu  dicanangkan oleh almarhum Prof. Dr. H.Abdurrahman Basalamah”, harapnya.

Lanjut dikatakan bahwa muhaasabah perlu dilakukan untuk evaluasi diri. Karena di akhirat kelak akan dilakukan perhitungan.Bahkan para tokoh Islam terdahulu juga sering mengevaluasi dirinya. Dikatakan pula bahwa kegiatan ini sebagai follow up PQ Padanglampe untuk melakukan pengisian diri sehingga ibaratnya baterai, hati dan pikiran bisa di cas kembali, untuk memperbaiki qalbu kita.

“Sungguh beruntunglah orang yang membersihkan jiwanya. Marilah mensucikan diri kita jangan sampai kotor”, ajaknya.

Muhaasabah dipandu Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA yang mengingatkan mahasiswa untuk banyak bertaubat atas dosa yang pernah dilakukan dan hormat pada orang tua dan dosen sehingga hati dan pikiran bersih dari segala dosa.

Sesudah zikir, kegiatan  lailatul muhaasabah diakhiri dengan shalat taubat dan shalat tasbih dengan imam Dr.H.Agus Salim.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!