UMI Makassar – LPDKI UMI berkunjung ke Institut Tahfizh Al-Qur’an Haji Hasanah Bolkiah Brunei Darussalam (31/1). Kunjungan ini dalam rangka menjajaki kerjasama pengembangan tahfizh dan tahfizhah UMI. Demikian disampaikan Wakil Rektor IV UMI KH.M.Zein Irwanto, S, M.A didampingi Ketua LPDKI UMI Dr.HM.Ishaq Shamad, MA.

Dikatakan UMI memiliki program menghafal al-Qur’an juz 30 yang menjadi kewajiban bagi setiap mahasiswa UMI.
“Dengan kunjungan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan ditemukan metodologi hafal al-Qur’an yang efektif untuk dapat diterapkan bagi mahasiswa di kampus UMI,” harapnya.

Ketua LPDKI UMI Dr.HM.Ishaq Shamad, M.A menyatakan LPDKI UMI memiliki Bidang Tahfizh/Tahfizhah yang dimotori oleh Dr.H.Agus Salim Beddu Malla, M.A. Ia telah menerapkan berbagai metode dalam meningkatkan jumlah hafalan ayat al-Qur’an mahasiswa UMI. Namun dianggap belum maksimal, sehingga dibutuhkan metodologi lainnya yang bisa menjadi acuan dalam mengembangkan hafalan al-Qur’an mahasiswa UMI.

St. Saidah yang menfasilitasi kunjungan di Institut Tahfiz Al-Qur’an Sultan Haji Hasanah Bolkiah (ITQSHHB) ini menyatakan semua fasilitas dan peserta penghafal al-Qur’an di Institut ini dibiayai oleh Kerajaan Brunei Darussalam. Selanjutnya untuk tahun 2017 hanya diterima 79 orang hafiz/hafizhah. Mereka mengikuti seleksi yang ketat untuk bisa lulus di tempat ini.

“Mereka diuji oleh Majelis Penerimaan Tahfiz/Tahfizah Baru, bertempat di Dewan Kuliah ITQSHHB. Salah satu kiat yang ditanamkan bahwa semua tahfizh/tahfizhah ITQSHHB wajib istiqamah dan ikhlas dalam menjalani tugasnya sebagai seorang penghafal al-Qur’an,” kuncinya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!