Zikir dan do’a bersama menyambut Ujian Nasional berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Lappariaja Bone (12/4). Hadir Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA, Dr.Agus Salim, MA (dosen UMI) sekaligus pemandu zikir. Hadir pula Kepala SMAN 1 Lapri, sejumlah guru dan 150an siswa-siswi kelas 3 SMAN 1 Lapri-Bone.

Kepala MAN 1 Lapri dalam sambutannya pada acara pembukaan menyatakan terima kasih kepada pimpinan UMI atas kerjasama dan dukungannya dalam pelaksaan zikir dan do’a bersama ini. Semoga siswa-siswi SMAN 1 kelas 3 ini akan lebih siap, baik mental maupun psikhisnya dalam menghadapi Ujian Nasional Senin mendatang.

“Diharapkan siswa-siswi belajar keras menghadapi UN karena tahun ini lebih ketat lagi pengawasan UN dibanding tahun lalu,” tambahnya.

Dr.M.Ishaq Shamad, MA dalam sambutannya menyatakan gembira dan salut atas inisiatif Ikatan Pelajar Mahasiswa Bone Barat (Ipmibar) yang mengkomunikasikan kegiatan ini dengan pihak sekolah, sehingga kegiatan zikir ini dapat terlaksana. Selain itu, juga diharapkan do’a dan zikir bisa dilakukan secara berkesinambungan, sehingga dapat mencerahkan qalbu siswa-siswi. Dengan begitu, akan memudahkan memperoleh ilmu pengetahuan, khususnya siswa-siswi yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dikatakan pula agar siswa-siswi dapat memilih perguruan tinggi (PT) yang berkualitas, khususnya PT yang  sudah terakreditasi institusi, seperti Universitas Muslim Indonesia, satu-satunya PTS di Indonesia Timur yang terakreditasi Institusi.


M.Ishaq Shamad juga menjelaskan pentingnya siswa-siswi memiliki wawasan yang luas dan selalu berpikir positif terhadap segala sesuatu serta banyak berdo’a kepada Allah SWT.

“Salah satu tujuan dari do’a dan zikir bersama ini agar siswa-siswi lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga Allah akan membukakan pintu-pintu kemudahan, khususnya dalam menghadapi Ujian Nasional,” harapnya.

Kegiatan dimulai shalat Maghrib berjamaah, zikir dan wirid Al-Qur’an, shalat Isya berjamaah, shalat taubat, shalat tahajjud, dan shalat hajat. Kegiatan do’a dan zikir ini diakhiri di pagi hari dengan renungan/muhasabah dan saling memaafkan antara peserta, guru dan pemandu zikir.

(Humas UMI)