Program pemberantasan buta aksara merupakan keterpaduan dari program pemerintah dari 3 program yang menjadi prioritas kementrian pendidikan dan kebudayaan RI yaitu program mendata penduduk yang buta aksara, sehingga dengan adanya data base, memudahkan pemerintah dalam menyusun design program pemberantasan buta aksara. Kedua, program KF yang dilaksanakan terintegrasi dengan life skill, sehingga dengan  keahlian yang dimiliki, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, berjalan simultan dengan program buta aksara dan ketiga pemberdayaan masyarakat bisa ditingkatkan, karena dari data  yang ada 64 % kaum perempuan dan umumnya diatas umur 15 tahun ke atas. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Rektor UMI, Prof.Dr. H. Syahnur Said,MS dalam sambutannya sebelum membuka  orientasi Tutor Keaksaraan Fungsional (KF) tingkat dasar yang dilaksanakan Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Dakwah Universitas Muslim Indonesia di aula Unitar kampus I UMI (30/8) kerjasama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.

Hadir dalam acara tersebut, ketua LPMD UMI, Prof.Dr. H.Salim Basalamah,SE,.MSi, Sekretaris LPMD UMI, Drs.H. Rauf Assgaf,M.Pd., Ketua Panitia Orientasi, Ir. Annas Boceng,MSi, Kepala Humas & HI UMI, Hj. Nurjannah Abna,M.Pd.

“Tutorial merupakan layanan bantuan belajar kepada warga belajar KF yang bersifat akademik,” ujar mantan Dekan Fakultas Ekonomi UMI ini.

Dalam tutorial kegiatan belajar dilakukan dibawah  bimbingan tutor sebagai fasilitator. Karena itu, diharapkan tutor dapat menjalankan amanah dengan baik dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan calistung, keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri masyarakat dengan  memanfaatkan potensi yang ada dilingkungan sekitarnya sehingga dapat meningkatkan mutu dan taraf hidup masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris LPMD Drs.H.Rauf Assagaf, M.Pd., mengharapkan agar pembelajaran yang dilaksanakan, tutor mengajak warga belajar berpikir, dan menemukan masalah yang menjadi persoalam bersama, namun kurang disadari oleh warga belajar (WB)  melalui pejanjan cerita dan penggunaan berbagai media  yang ada disekitar warga belajar.

Ketua panitia, Ir. Annas Boceng, MSi menyampaikan bahwa kegiatan yang akan berlangsung selama satu hari ini akan diikuti peserta 50 yang terdiri atas sarjana pengabdi desa (SPD) Universitas Muslim Indonesia di lima kabupaten yaitu, Gowa, Takalar, jeneponto, Palopo, dan Luwu Utara.

Adapun materi dan narasumber, terdiri atas percepatan kemandirian  Desa Mitra Binaan UMI melalui pemberantasan buta aksara (Prof.Dr. H. Natsir Hamzah) di Sulsel   dalam mempercepat penuntasan buta aksara (kabid PN Kebijakan Kemendikbud Prov. Sulsel),  Etika dan Metodologi penyelenggaraan KF ( Dr.H.M. Arfah Shiddiq,MA), Metodologi Pembelajaran Calistung TK Dasar ( Hj. Nurjannah Abna,M.Pd)., pembelajaran KF dengan menggunakan bahasa Ibu ( Drs. Safri,M.Pd), Sistem Penilaian dan Pelaporan KF di Desa Mitra Binaan UMI ( Ir. Annas Boceng,MSi).

(Humas UMI)

error: Content is protected !!