UMI Makassar – Dalam upaya menyiapkan mahasiswa agar dapat melaksanakan KKN/PPMD di lapangan dengan baik dan benar sehingga pelaksanaaan KKN/PPMD dapat mencapai tujuannya sekaligus meningkatkan kepekaan terhadap berbagai masalah pembangunan serta strategi mencari solusi, Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Dakwah (LPMD) UMI melaksanakan pembekalan KKN Reguler bertempat di kampus IV UMI, Lanraki, Km. 14  selama 8 hari, hal ini disampaikan Sekretaris LPMD UMI, Drs. H. M. Rauf Assagaf, M.PD, di sela-sela pembukaan pembekalan UMI oleh Rektor UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA (5/8).

Sementara itu, Rektor  UMI Prof.Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA dalam sambutannya mengharap mahasiswa peserta disiplin dan tekun mengikuti kegiatan pembekalan KKN sebagai bekal untuk meningkatkan  pengetahuan dan keterampilan yang praktis untuk dapat bekerja dengan masyarakat di lokasi KKN PPM.

Program  Kuliah Kerja Nyata (KKN) dimaksudkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial sivitas akademik UMI untuk berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, diharapkan kepada mahasiswa betul-betul memanfaatkan waktu selama KKN untuk belajar bersama masyarakat, menimba pengalaman.

Lanjut dikatakan, KKN pada dasarnya merupakan implementasi teori yang didapatkan di kampus. Sebagai bentuk kontribusi UMI dalam implementasi salah satu tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat  sebagai lembaga pendidikan dan  dakwah  terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, setiap tahunnya sebanyak dua kali dilaksanakan KKN.

Sekretaris LPMD UMI Rauf Assagaf menambahkan bahwa kegiatan pembekalan KKN dengan memadukan program unggulan pencerahan qalbu diikuti kurang lebih 1000 peserta dengan rincian 800 peserta reguler yang akan ditempatkan di beberapa desa yang berpusat di Kabupaten Pangkep dan 200 lainnya dari fakultas kesehatan di tempatkan di rumah sakit, dan puskesmas untuk memberikan pelayanan kesehatan sebagai bentuk pengabdian. Kegiatan KKN yang rencana dilepas Rektor UMI ini tanggal 18 Agustus 2014 akan bertugas di desa selama dua bulan yang akan didampingi supervisor KKN.

Dalam pembekalan ini, mahasiswa diberikan materi yang diberikan bersifat umum dan materi khusus dengan menghadirkan pimpinan fakultas. Materi yang diberikan selama pembekalan sosialisasi visi dan misi UMI, akhlak dalam pergaulan di masyarakat, penerapan ipteks dan imtaq, manajemen islami,  wirid  zikir dan manfaatnya, sistem penilaian dan pelaporan, pencerahan qalbu hubungannya dengan PPM,  tata cara penyusunan program, materi keislaman, metode dakwah, pedoman aqidah, syariah, dan akhlak,  dan teknik pengaturan acara.

“Pembekalan dengan memberikan informasi tentang kondisi, potensi dan permasalahan, baik fisik, sosial, maupun ekonomi dalam rangka kegiatan lapangan, dilaksanakan  dua hari (peserta diinapkan) setiap angkatan,” katanya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!