Sebanyak 560 mahasiswi baru Fakultas Kesehatan Masyarakat mengikuti gelombang pertama pencerahan qalbu dengan memondokkan mahasiswa baru selama satu bulan di Pesantren “Darul Mukhlisin” YW-UMI Padanglampe, Kabupaten Pangkep,  hal ini disampaikan Wakil Rektor V UMI Bidang Dakwah dan Kampus Islami, Dr.H.M. Arfah Shiddiq, MA., disela-sela persiapan pembukaan pencerahan qalbu (12/9).

“Program ini wajib diikuti seluruh mahasiswa UMI yang dibagi setiap angkatan,” lanjutnya.

Arfah Shiddiq juga menambahkan bahwa kegiatan pencerahan qalbu merupakan ciri khas UMI sebagai lembaga pendidikan dan lembaga dakwah yang kehadirannya tak lepas dari cita-cita luhur para pendiri UMI, untuk membina dan mempertinggi derajat masyarakat lewat pendidikan dan pembinaan keagamaan.

Sementara itu, Rektor UMI Prof.Dr. Hj. Masrurah Mokhtar menyampaikan bahwa pencerahan qalbu adalah salah satu program unggulan UMI yang mengintegrasikan kuliah pencerdasan intelektual dengan kuliah pencerdasan spritual.

Pembinaan pencerahan qalbu diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dasar keislaman mahasiswa UMI, dapat tumbuh kesadaran berakhlaqul karimah dan pembentukan pola pikir islami.  Pembinaan yang dilakukan meliputi tiga paradigma pendidikan; yaitu kecerdasan otak, kecerdasan moral dan spritual dipadu dalam pola pembinaan secara menyeluruh dan sinergik. Kecerdasan otak diberikan pada pendidikan formal sedangkan kecerdasan moral dan spritual pembinaannya di pesantren dengan praktikum utama ibadah sebagai cerminan spritual dan pembentukan akhlaqul karimah. Segala aktifitas yang dilakukan sebagai wujud pengabdian kepada Allah senantiasa diawali dan diakhiri dengan membaca doa seperti dalam proses belajar mengajar, makan dan tidur, serta berbagai aktivitas lainnya.

Lanjut dikatakan, dalam perkembangannya, bukan hanya mahasiswa baru yang dipondokkan di Pesantren Darul Mukhlishin, tetapi pimpinan, dosen, karyawan dan pengurus lembaga kemahasiswaan dalam lingkungan Yayasan Wakaf UMI juga ikut

dibina. Pola pembinaan yang dilakukan di pesantren ini , ternyata mendapat respon yang positif dari orang tua mahasiswa UMI, masyarakat dan beberapa instansi pemerintah dan swasta. Terbukti beberapa instansi pemerintah telah melakukan kerjasama dengan pesantren, seperti Kapolda Sul-Sel dan Kopertis Wil. IX dan Universitas Gorontalo dan saat ini sementara berlangsung pra jabatan Pemda Kabupaten Pangkep.

Kegiatan pokok di pesantren adalah kegiatan ibadah secara intensif, shalat berjamaah di masjid, zikir, diskusi dan kajian keislaman dan pembentukan sikap dan prilaku yang mulia melalui interaksi sosial antara dosen/pembimbing dengan mahasiswa santri maupun sesama mahasiswa santri sendiri.

“Sehingga rasa ukhuwah yang telah dibangun di pesantren dapat terbawa dalam lingkungan dimana mereka berada, di samping itu selama berada di lingkungan pesantren mereka diperlakukan dengan pola hidup sederhana,” tegas mantan Wakil Rektor IV ini.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!