UMI Makassar – Sebanyak 530 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Komputer UMI mengikuti Pencerahan Qalbu gelombang 15 angkatan I tahun akademik 2014/2015 di Pesantren Mahasiswa Darul Mukhlisin UMI, Padanglampe Kab. Pangkep, Sabtu 25 Oktober 2014.

Pesantren kilat ini dibuka oleh Rektor UMI diwakili Wakil Rektor IV Bidang Pengembangaan Dakwah dan Kampus Islami Drs. K. H. Zain Irwanto, MA.

Wakil Rektor IV  UMI yang juga Direktur Pesantren Mahasiswa Darul Mukhlisin Drs. K. H. Zain Irwanto, MA dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Pencerahan Qalbu merupakan salah satu program unggulan UMI, yang wajib diikuti bagi seluruh mahasiswa UMI, dan ini telah dilaksanakan sejak tahun 2000. Program pencerahan qalbu ini, juga wajib diikuti bagi pimpinan baik tingkat universitas maupun fakultas, dosen dan karyawan. Sebelum menerima amanah sebagai pejabat di UMI maka mereka harus lulus pencerahan qalbunya di pesantren Darul Mukhlisin Padanglampe.

Dikatakan pula, kegiatan pencerahan qalbu selama 30 hari, mahasiswa akan dilatih membersihkan hatinya dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah, sehingga mereka dapat menjadi orang yang pandai bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, taat dalam melaksanakan perintah Allah dengan beribadah, pandai bersabar atas segala cobaan dan selalu bertaubat atas segala kehilafan dan kesalahan yang diperbuat.

“Proses pendidikan selama di pesantren diarahkan pada kegiatan ibadah secara intensif, shalat berjamaah di masjid,

zikir, diskusi dan kajian keislaman dan pembentukan sikap dan prilaku yang mulia melalui interaksi sosial antara dosen/pembimbing dan sesama mahasiswa,” jelasnya.

Sasaran utama dari pelaksanaan Pencerahan qalbu adalah bagaimana mendidik mahasiswa UMI mempunyai qalbu yang ihlas, sabar, taat  dan pandai bersyukur, karena ada korelasi antara hati dan akal, sehingga mahasiswa UMI diharapkan dapat
menjadi orang yang cerdas qalbunya dan cerdas akalnya.

“Jadi kalau hatinya sudah bersih maka apa yang ada di otak akan mudah diterima, dan ilmu yang dimiliki akan bermakna dan bermanfaat. Kalau hati tidak bagus sebanyak apapun ilmu yang dimiliki tidak akan mempunyai makna dan manfaat karena tidak lillahi taala,” kuncinya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!