Mahasiswa UMI Dibekali Soft Skill

Mahasiswa UMI Dibekali Soft Skill

UMI Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) membekali keterampilan kepada mahasiswa melalui Pelatihan Pengembangan Soft Skill di Auditorium Al Jibra Kampus 2 UMI, Sabtu (3/12).

Pelatihan Pengembangan Soft Skill tersebut diikuti 400 an mahasiswa yang merupakan perwakilan dari setiap fakultas di UMI, dimana setiap fakultas mengutus 25 mahasiswa.

Rektor UMI, Prof Dr Masrurah Mokhtar MA mengatakan setiap mahasiswa harus memiliki skill yang dapat menunjang di masa yang akan datang khususnya pada saat masuk dunia kerja.

Mahasiswa dengan skill yang baik akan memiliki lebih banyak peluang khususnya dalam bersaing di dunia kerja maupun di dunia usaha.
“Saya berharap anak-anakku semua memiliki skill yang diperoleh tidak di dalam kelas tetapi di luar dengan mengikuti pelatihan,” kata Prof Masrurah.

Prof Masrurah menekankan bahwa skill tidak diperoleh di kelas karena yang diperoleh di kelas adalah pengembangan ilmu berdasarkan jurusan masing-masing sehingga yang menjadi pembeda nantinya adalah skill. “Bahkan jika ada pelatihan soft skill di luar sana dan harus dibayar anak-anakku jika mampu kenapa tidak ikut, untuk itu universitas memfasilitasi kegiatan seperti ini,” kuncinya.

(Humas UMI)

Previous Seminar Nasional Riset Ilmu Komputer (SNRIK) 2016
Next KKN Internasional FKG UMI di IIUM Kuantan, Malaysia

You might also like

UMI-WASEDA UNIVERSITY Bahas Implementasi Kerjasama

Universitas Muslim Indonesia  kembali patut berbangga, baru dua bulan melakukan penandatanganan MOU dengan Waseda University, kini telah dapat diimplementasikan. Kemarin Dekan Fak. Information, Production and System (IPS), Prof. Toshitsugu Ueda

LPMD UMI Adakan Orientasi Tutor Keaksaraan Fungsional

Program pemberantasan buta aksara merupakan keterpaduan dari program pemerintah dari 3 program yang menjadi prioritas kementrian pendidikan dan kebudayaan RI yaitu program mendata penduduk yang buta aksara, sehingga dengan adanya

Pelantikan Pejabat dalam Lingkup UMI

Jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik secara institusi dan juga kepada Allah SWT. Pemberian amanah kepada seseorang didasarkan beberapa pertimbangan untuk menempatkan seseorang mendapatkan jabatan tersebut sesuai dengan kompetensi