UMI Makassar – Di akhir bulan Oktober  2015, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mendapat kepercayaan untuk mendukung  program Nawacita Kementerian Pertanian. Hal ini ditandai dengan penandatanganan MoU  Rektor UMI dengan Badan Penelitian dan Pengembangan  Bidang Pertanian yang disaksikan Menteri Pertanian di Bogor, 30 Oktober 2015.

Penandatanganan MoU ditekankan pada tiga aspek yaitu; pengembangan taman sains pertanian (TSP), taman teknologi Pertanian (TTP) dan gelar lapang inovasi pertanian. Hal ini disampaikan Rektor UMI di Menara UMI (2/11) saat ditemui diruang kerjanya.

Mantan WR IV Bidang Kerjasama UMI ini mengatakan “Syukur Alhamdulillah, tak putus-putusnya kami ucapkan karena begitu banyak kepercayaan yang diberikan kepada UMI untuk kemaslahatan umat”.

Lanjut dikatakan di antara 14 Rektor PTN/PTS se Indonesia yang  diundang melakukan penandatanganan MoU di antara Universitas Muslim Indonesia.

rektor n litbang tani

“Saya mengutip harapan kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Muhammad Syakir, MS, keberhasilan program bidang pertanian tidak hanya amunisi datang dari lingkungan UPT Badan Litbang tetapi membutuhkan amunisasi dalam bentuk inovasi baru dalam bidang teknologi pertanian, kreativitas dari hasil penelitian untuk pengembangan teknologi pertanian yang terukur dan progresif dari para peneliti yang berasal dari perguruan tinggi untuk pengembangan di bidang pertanian yang tentu berujung kepada kemaslahatan umat dalam hal ini petani,” ujar Masrurah.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Dr. Andi Amran., menyampaikan rasa senang dan bahagia atas kehadiran pimpinan PTN dan PTS sebagai mitra, yang hadir dalam penandatanganan MoU menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung program pemerintah, bergandengan tangan dengan pemerintah turun bersama ke sawah, melihat berbagai persoalan masyarakat, lalu kita menemukan solusi dengan hasil penelitian untuk kemaslahatan petani.

Beliau berharap adanya peningkatan kualifikasi inovasi, karena dapat merubah kehidupan yang modern. Kekuatan paling dahsyat adalan penelitian. Manusia yang mulia adalah yang beriman dan memiliki manfaat untuk orang lain.

“Kita akan dikenang karena ada inovasi baru hasil penelitian yang jauh dari KKN,, yang bermanfaat dan dinikmati masyarakat khususnya petani.  Begitu mulianya seorang peneliti, maka termasuk salah satu penghuni syurga,” ujarnya.

(Humas UMI)